trubus.id
Peristiwa » Peran Kementan dalam Pencegahan dan Pengendalian C...
Peran Kementan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19

Peran Kementan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19

Astri Sofyanti - Selasa, 02 Feb 2021 16:24 WIB

Trubus.id -- Sejak merebaknya wabah Covid-19 pada awal bulan Maret 2020, Kementerian Pertanian telah dengan segera melakukan berbagai bentuk antisipasi yang dibutuhkan, terutama dalam hal ketersediaan pangan, baik di tingkat petani maupun distribusinya ke pasar agar mudah diakses. Seluruh unit kerja lingkup Kementerian Pertanian disiagakan untuk merespons dampak negatif yang diakibatkan pandemi global yang mematikan ini.

“Kementan berkewajiban mengamankan persediaan pangan. Jika penyediaan pangannya cukup, masyarakat akan mudah mengakses pangan sehat,” kata Koordinator Subtansi Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Budi Waryanto dalam diskusi publik Kementerian Kesehatan dengan topik “Mengapa Perlu Vaksinasi Covid-19, Selasa (2/2/2021).

Dirinya mengungkapkan ada beberapa poin terkait peran penting sektor pertanian dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 diantaranya sebagai penyedia pangan, mendukung pertumbuhan ekonomi, penyedia lapangan kerja khususnya di masa pandemi, menghasilkan devisa negara sebagai sumber pendapatan utama.

“Kementan memiliki peran penting dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi, Kementan juga mendorong untuk bisa menghasilkan devisa negara, yang tentunya akan menjadi sumber pendapatan utama rumah tangga di sektor pertanian. Tahun ini, Kementerian Pertanian bekerja keras menyediakan pangan. Terlebih, pandemi Covid-19 diperkirakan masih akan berlangsung,” ujarnya.

Melalui berbagai upaya yang dilakukan tersebut sektor pertanian terbukti mampu menjadi penyelamat perekonomian Indonesia di tengah kondisi sulit yang menyebabkan berbagai sektor nyaris lumpuh. Hal ini terlihat dari peningkatan kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) di kuartal III tahun 2020 yang makin menguat menjadi sebesar 14,58 persen.

Sebelumnya, dalam Pertemuan the 13th Global Forum for Food and Agriculture (GFFA) secara virtual pada 22 Januari 2021 lalu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyampaikan upaya Indonesia menjamin ketersediaan pangan khususnya pada masa pandemi Covid-19.

Seperti diketahui bahwa Pandemi Covid 19 yang melanda seluruh dunia membuat ekonomi di banyak negara mengalami pelemahan yang cukup signifikan. Tak heran, kondisi ini telah menimbulkan beragam krisis. Salah satunya krisis pangan. Bahkan badan pangan dunia Food and Agriculture Organization (FAO) telah menyampaikan himbauan untuk mewaspadai kemungkinan adanya krisis pangan tersebut.

“Kementerian Pertanian menetapkan arah kebijakan yang mendukung arahan Presiden, yaitu pertanian Maju Mandiri Modern,” ujar Mentan Syahrul beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Januari 2021 mencapai 103,26 atau naik 0,01 persen jika dibanding NTP pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,45 persen atau lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang hanya sebesar 0,44 persen.

“Indeks yang diterima petani meningkat 0,45 persen sementara yang dibayarkan meningkat 0,44,” kata Kepala BPS Suhariyanto melalui keterangannya, Senin (1/2/2021).

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020