trubus.id
Peneliti UI Ungkap Kementan Perlu Diberi Ruang Dalam Kebijakan Impor

Peneliti UI Ungkap Kementan Perlu Diberi Ruang Dalam Kebijakan Impor

Astri Sofyanti - Rabu, 13 Jan 2021 14:00 WIB

Trubus.id -- Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya mengurangi ketergantungan pangan terhadap produk impor. Salah satunya dengan meningkatkan produksi pertanian secara nasional. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) impor pangan tahun 2020 berkurang sebesar 10,2 persen.

Angka penurunan tersebut disebabkan karena pemerintah memiliki program jangka panjang yang fokus membangunkan potensi pangan di banyak daerah. Dalam hal ini, Kementan juga terus membuka perluasan areal tanam dan meningkatkan produksi lokal.

Terkait hal ini, Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI), Riyanto menilai seharusnya pemerintah memberikan wewenang lebih kepada Kementan untuk mengatur lalu lintas impor. Sebab selama ini, keputusan tersebut masih berada di Kementerian Perdagangan (Kemendag).

“Yang lebih kompeten membuka kran impor ya yang menangani produksi. Jadi berikan wewenang ke Kementan untuk memutuskan perlu impor atau tidak,” kata Riyanto dalam keterangan resminya, Selasa (12/1/2021).

Menurutnya, kebijakan impor saat ini membuat petani enggan berproduksi karena harganya kalah bersaing. Hal tersebut tentu saja akan merugikan petani yang dapat mempengaruhi produktivitas.

“Contoh saja impor beras beberapa tahun lalu, begitu harga mendekati bagus buat petani, tapi beras impor datang. Akhirnya minat menanam menurun, apalagi harga input naik, biaya produksi naik,” terangnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah memerintahkan jajaran Kementan untuk bekerja ekstra demi memenuhi peningkatan produktivitas pertanian. Syahrul mengatakan produktivitas itu diprediksi akan meningkat pada bulan Maret mendatang.

“Januari kita membangun konsepsi lebih kuat dengan komitmen-komitmen berbagai pihak, saprodi harus sudah masuk di bulan Februari dan Maret nanti kita sudah bisa lihat hasil dari akselerasi yang ada,” ucap Mentan Syahrul.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020