trubus.id
Peristiwa » Tekan Karhutla dengan Pemberdayaan Desa Mandiri Ce...
Tekan Karhutla dengan Pemberdayaan Desa Mandiri Cegah Api

Tekan Karhutla dengan Pemberdayaan Desa Mandiri Cegah Api

Binsar Marulitua - Kamis, 17 Des 2020 21:52 WIB

Trubus.id -- Penanggulangan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hampir setiap tahun berulang terjadi, menjadi salah satu fokus Minamas Plantation dengan membangun edukasi dengan pendekatan kemandirian Desa melalui Program Desa Mandiri Cegah Api (DMCA) di Kalimantan Barat. Upaya meredam karhutla lainnya tetap dilakukan dengan membangun komunikasi dan kerja sama para pemangku kepentingan di sektor perkebunan khususnya kelapa sawit. 

Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Kasdi Subagyono mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan oleh Minamas Plantation.  Hal tersebu harus direplikasi sebagai role model atau bahkan menjadi centre of excellence.

"Selain itu, semoga poin-poin dari hasil diskusi ini dapat menjadi pedoman sehingga kesiapan setiap pihak dalam pencegahan Karhutla menjadi lebih optimal,” ungkap Kasdi dalam sambutan virtual seminar “Strategi Multipihak Industri Sawit Dalam Mencegah Karhutla 2021” bekerjasama dengan Forum Wartawan Pertanian (FORWATAN) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tanjungpura (LPPM UNTAN), Kamis (17/12/2020).

Dalam seminar virtual tersebut juga menghadirkan Kepala Seksi Gangguan Usaha dan Pencegahan Kebakaran, Kementan Kiswandhono, Kepala Kompartemen Karhutla GAPKI,Bandung Sahari, Ketua Prodi Agribisnis Faperta Universitas Tanjungpura, Maswadi, serta stakeholders lainnya. 

Kasdi melanjutkan, semua pihak harus berkolaborasi dan bekerja sama dalam upaya pencegahan karhutla tahun depan. Selain membuat regulasi dan bersinergi dengan instansi terkait, Kementerian Pertanian juga membentuk Brigade Kebakaran Lahan Perkebunan dan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) di Provinsi, Kabupaten/Kota yang wilayahnya sering terjadi kebakaran lahan. 

Baca Lainnya : Cegah Karhutla, BNPB Sosialisasikan Pemanfaatan Lahan Gambut Tanpa Bakar

CEO Minamas Plantation, Shamsuddin Muhammad memberikan penjelasan, meski kondisi cuaca lebih 'bersahabat' dibanding tahun lalu, namun hal ini tidak membuat menjadi lengah. Melainkan terus menjalankan upaya-upaya bersama dengan masyarakat dan Satgas Karhutla. Dis amping itu, Minamas Plantation berkerjasama dengan Universitas Tanjungpura dalam menyusun program DMCA di tengah pandemi khususnya di wilayah Kalimantan Barat. 

Baca Lainnya : Tips Menanam Pohon di Lahan Gambut Bekas Terbakar

Program DMCA juga memungkinkan Minamas Plantation menciptakan kemandirian masyarakat sekitar di bidang sosial ekonomi sekaligus mengkombinasikannya dengan upaya pelestarian lingkungan seperti terbentuknya program Petani Milenial dan Guru Peduli Api. 

"Hal ini sejalan dengan komitmen Minamas Plantation dalam menjalankan praktik-praktik perkebunan yang berkelanjutan”, tambah Shamsuddin.  

Ketua Prodi Agribisnis Faperta Universitas Tanjungpura, Maswadi, menuturkan program yang telah berjalan sejak Juli 2020 ini telah merumuskan pendekatan jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di sekitar kebun dan berbagi pengalaman tentang best practices dalam sustainable agricultural management tanpa membakar lahan. 

“Seperti program-program yang telah dilakukan oleh Minamas Plantation sebelumnya, awalnya, inisiasi DMCA adalah untuk mitigasi kebakaran serta perambahan hutan dan lahan di sekitar konsesi perusahaan. Namun dalam perkembangannya, peranan DMCA semakin menyeluruh tak hanya mitigasi, tapi sekaligus membangun kemandirian sosial dan ekonomi warga pedesaan melalui kegiatan pertanian (hidroponik) dan perikanan yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Salah satu Petani Milenial binaan Minamas Plantation di Desa Riam Batu Gading –Diya mengatakan, di Desa Riam Batu Gading  kami melakukan budidaya sayur hidroponik jenis pakcoy, sawi keriting, seledri dan sawi manis yang menggunakan botol bekas dan bambu.

"Kami senang Minamas Plantation membantu warga desa dengan menyediakan bibit dan pendampingan oleh LPPM UNTAN melalui program DMCA ini sehingga kami dapat mandiri dan sejahtera,” katanya.

Di bidang penanganan Karhutla, hingga saat ini Minamas Plantation terus memantau situasi yang berlangsung di seluruh lokasi perusahaan dengan seksama, pemantauan dilakukan setiap hari melalui sistem Plantation Location Intelligent Universal Management (PLATINUM) dengan menggunakan data-data dari satelit pada titik panas di peta area konsesi untuk dapat mendeteksinya dengan cepat. Seluruh titik api yang terdeteksi akan segera dilaporkan kepada pihak berwenang dan prosedur yang sama juga diterapkan dalam standar operasional perusahaan.

Sedangkan di bidang pencegahan, Minamas Plantation juga memiliki program pendekatan masyarakat melalui program Desa Mandiri Cegah Api (DMCA) yang dibentuk sejak tahun 2014. Program DMCA tersebut dilaksanakan di setiap desa-desa sekitar operasional perusahaan, yang hingga kini sudah mencapai 34 desa atau mencakup total area desa binaan seluas 161 ribu hektar. Melalui program DMCA tersebut, pemahaman akan bahaya karhutla dapat terus meningkat di masyarakat secara luas.

Beberapa program baru juga kini mulai dilakukan yaitu Program Guru Peduli Api yang melibatkan setidaknya 662 Guru dan Kepala Sekolah di 60 sekolah di sekitar wilayah operasional Perusahaan serta Program Penghargaan Desa Bebas Api. 

Baca Lainnya : Pendemi Corona Belum Usai, Karhutla Bermunculan di Lahan Gambut Riau dan Sumsel

Selain itu, Minamas juga bekerjasama dengan pemerintah lokal untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat melalui Masyarakat Peduli Api (MPA). Sampai tahun 2020, Minamas Plantation telah bekerjasama dengan Universitas Riau, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Jambi dan Universitas Sriwijaya dan Universitas Palangkaraya. Perpanjangan program ini terus dilakukan dan saat ini kerjasama dengan Universitas Tanjungpura untuk program yang sama dengan jumlah 5 desa yang akan mendapatkan pendampingan.


 

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020