trubus.id
Pakar IPB Kembangkan Minuman Beras Kencur Celup

Pakar IPB Kembangkan Minuman Beras Kencur Celup

Astri Sofyanti - Kamis, 17 Des 2020 10:21 WIB

Trubus.id -- Dosen IPB University dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Dr Tjahja Muhandri, baru-baru ini mengembangkan produk beras kencur celup. Menurut penuturannya, ide tersebut berawal dari Dr Tjahja yang merasa kesulitan untuk mengonsumsi minuman es beras kencur yang menjadi salah satu minuman favoritnya.

“Ada hobi saya yang sulit terpenuhi di sini (Bogor) yaitu minum es beras kencur. Saya memiliki industri binaan yang memproduksi beras kencur, tetapi pengiriman ke sini (Bogor) sangat mahal dan dikhawatirkan rusak di perjalanan. Dari situ saya berfikir untuk membuat produk beras kencur celup,” jelas Dr Tjahja melalui keterangan tertulisnya baru-baru ini.

Selain unggul dari sisi pengemasan yang praktis, produk beras kencur celup hasil inovasi Tjahja juga melewati proses produksi yang sesuai standar kelayakan mengingat pengalamannya di dalam bidang produksi pangan yang sudah tidak diragukan lagi. Semua bahan yang digunakan merupakan bahan-bahan alami yang diproses di bawah pengawasannya sendiri.

“Bahan-bahannya pati beras dan rempah-rempah. Pati beras kami proses sendiri, bukan pati beras yang ada di pasaran, karena khawatir prosesnya tidak benar. Kencur dan rempah-rempah lain juga kami keringkan sendiri,” ujarnyanya.

Dari sisi manfaat bagi kesehatan, minuman tradisional beras kencur sangat baik bagi kesehatan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa minuman tradisional beras kencur bermanfaat sebagai antidiabetes dengan cara menurunkan kadar gula darah, berat badan yang terkontrol serta mengurangi kerusakan pada komponen penghasil insulin di pankreas.

“Menurut berbagai penelitian, beras kencur ini termasuk pangan fungsional. Jadi sumber pangan yang memberi fungsi atau efek positif terhadap kesehatan tubuh,” paparnya.

Seperti banyak inovasi-inovasi Tjahja yang lain, ia berencana untuk mengkomersialisasikan produk beras kencur celup ini. Akan tetapi ia tidak melakukannya sendiri melainkan dengan menggandeng pihak ketiga untuk membantunya memproduksi dan memasarkan inovasi-inovasinya.

“Saya komersialkan melalui mitra. Misal saja mie jagung dan tepung bumbu non terigu melalui PT Fits Mandiri. Kemudian teknologi pengalengan gulai kambing dengan presser-cooker oleh CV Mitra Tani Farm,” ujarnya menambahkan.

Dr Tjahja menekankan bahwa beras kencur merupakan minuman tradisional berbasis budaya masyarakat lokal yang sangat potensial. Ia mengajak masyarakat untuk lebih mengapresiasi potensi-potensi dalam negeri. Dr Tjahja mengaku miris ketika masyarakat Indonesia lebih bangga saat potensi Indonesia dikembangkan oleh negara lain. Oleh karenanya dalam melakukan riset dan pengembangan produk ia lebih fokus pada produk-produk yang bisa diterapkan oleh industri kecil. Karena Dr Tjahja meyakini bahwa pangan Indonesia jika dikemas modern akan sangat potensial.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020