trubus.id
Mentan Syahrul: Penyaluran KUR Tingkatkan Produktivitas Petani Indonesia

Mentan Syahrul: Penyaluran KUR Tingkatkan Produktivitas Petani Indonesia

Astri Sofyanti - Selasa, 17 Nov 2020 15:20 WIB

Trubus.id -- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengugkapkan, produksi pertanian mengalami peningkatan meski di tengah ancaman pandemi Covid-19. Di masa sulit seperti sekarang ini, Mentan Syahrul mendorong petani untuk tidak ragu mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna permodalan usaha tani.

“Yang akan kita dorong, kita bersama petani memecagkan masalah bersama-sama. Kementerian Pertananian akan membantu dengan cara memberikan pendampingan kepada petani, tetapi bukan mengambil alih pertanian,” kata Mentan Syahrul ketika menggelar diskusi bersama awak media di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (17/11/20).

Mentan juga menegaskan Kementan tak henti-hentinya memberikan pendampingan kepada para petani untuk meningkatkan produktivitasnya.

Lebih lanjut diakui Mentan Syahruk, Kementerian Pertanian terus berupaya mendorong peningkatan produktivitas petani. Salah satunya melalui penyaluran Kredit Usara Rakyat (KUR) untuk sektor pertanian. Dirinya mengatakan pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp46 triliun untuk KUR pertanian tahun ini.

“Sampai saat ini realisasinya sudah Rp46 triliun yang disalurkan untuk pertanian,” tegas Mentan.

Pembiayaan tersebut digunakan petani untuk mengembangkan budidaya ataupun mengerjakan bisnis lainnya yang berkaitan di bidang pertanian. Adapun penyaluran KUR telah dinikmati petani di berbagai sektor yakni tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, kombinasi pertanian/perkebunan dengan peternakan, serta jasa pertanian, perkebunan, dan peternakan.

“Jadi ada permodalan dari Kementan, yang ditugaskan dengan dengan memanfaatkan dana KUR,” ujar Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy, beberapa waktu lalu.

Selain penyaluran KUR, dikatakan Edhy, Kementan terus mendorong produktivitas yang juga dilakukan melalui penyaluran pupuk bersubsidi dan pemberian benih unggul, khususnya tanaman padi. ini diharapkan bisa memacu terjadinya peningkatan produksi saat panen tiba.

“Kami juga berikan bantuan benih, sehingga padi-padi lokal yang biasa ditanam oleh petani dengan produktivitas hanya 3-4 ton per hektar, jadi dengan benih padi unggul bermutu diharapkan bisa di atas 6 ton per hektar,” tutupnya.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020