trubus.id
Pakar Biomaterial: UMKM dan Kelompok Tani Bisa Produksi Benang dan Kain Tenun dari Limbah Sawit

Pakar Biomaterial: UMKM dan Kelompok Tani Bisa Produksi Benang dan Kain Tenun dari Limbah Sawit

Astri Sofyanti - Sabtu, 07 Nov 2020 09:55 WIB

Trubus.id -- Peneliti sekaligus dosen IPB University dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Siti Nikmatin berupaya mengoptimalkan pemanfaatan limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) sehingga memiliki nilai jual yang lebih baik dengan mengkreasikan limbah tersebut menjadi beberapa produk fungsional seperti baju Anti peluru dan helm Green Composite (GC).

Dirinya terdorong untuk terus melakukan pengembangan inovasi lain serta melakukan pengabdian masyarakat kepada Kelompok Tani Muda Manunggal Alam di perkebunan sawit PTPN VIII Desa Wirajaya Jasinga dan UMKM Bintang Terang Putra Majalaya Bandung.

“Yang kami lakukan adalah transfer proses teknologi biomaterial dengan kelompok tani melalui pengolahan biomassa TKKS menjadi serat panjang siap pakai sebagai bahan baku industri dan lidi sawit menjadi kerajinan asesoris (tempat pensil, sendal hotel, tempat tisu dan lain-lain). Sementara itu transfer keilmuan juga dilakukan pada UMKM dalam menghasilkan benang dan kain tenun serat panjang termodifikasi TKKS guna meningkatkan perekonomian sekaligus memberdayakan kelompok masyarakat untuk menghasilkan barang-barang yang memiliki nilai jual,” kata Siti lewat keterangan tertulis yang diterima Trubus.id, Jumat (6/11/20).

Bidang keilmuwan fisika material yang didalaminya menjadi landasan utama untuk mencari material bio yang keberadaannya banyak dan mudah diakses. Riset limbah sawit ini dimulai sejak 2012 hingga sekarang.

“Berawal dari kewajiban sebagai seorang dosen yakni tridharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, pengabdian), jadi kurang pas rasanya kalau melakukan riset dan tidak jadi produk. Sehingga setiap meneliti selalu ada motivasi untuk menjadikan produk agar dapat bermanfaat. Adapun pengabdian di tengah-tengah masyarakat, yang paling penting adalah adanya transfer knowledge kepada masyarakat dalam mengelola dan meningkatkan nilai jual suatu produk,” ungkapnya.

Terdapat beberapa hambatan dalam perjalanan pengembangan limbah sawit ini, seperti pengadaan peralatan berteknologi dan pendanaan. Tapi tidak ada yang tidak terselesaikan jika kita mau bermitra, baik itu institusi kementrian, industri, UKM dan kelompok tani.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020