trubus.id
Terapkan Sistem Irigasi Bertenaga Surya, Lampung Siap Jadi Sentra Cabai Ramah Lingkungan

Terapkan Sistem Irigasi Bertenaga Surya, Lampung Siap Jadi Sentra Cabai Ramah Lingkungan

Astri Sofyanti - Rabu, 14 Okt 2020 11:13 WIB

Trubus.id -- Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneg, Kabupaten Pesawaran merupakan sentra cabai terbesar di provinsi Lampung. Melihat potensinya yang luar biasa, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan BUMN memberikan fasilitas dan bantuan untuk mendukung dan mengoptimalkan pertanaman cabai.

Hamparan seluas 450 hektare yang berada di wilayah tersebut sebagian besar merupakan lahan kering, sehingga diperlukan sarana irigasi terpadu untuk mendukung pengembangan kawasan cabai.

Belum lama ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah melakukan peresmian irigasi pompa air bertenaga surya di kawasan pengembangan kawasan cabai tersebut. Bersama salah satu perusahaan tambang batu bara yang memberikan bantuan sarana irigasi untuk dapat mengaliri air dari embung ke seluruh lahan pertanian yang ada di Desa Trimulyo.

“Penggunaan pompa tenaga surya tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya pengairan dan tidak menimbulkan polusi bagi lingkungan sekitar,” kata Mentan Syahrul ketika melakukan peresmian sarana irigasi di Desa Trimulyo, Kecamatan Kecamatan Tegineneg, Kabupaten Pesawaran, Lampung, belum lama ini.

Pada kesempatan yang sama, Direktorat Jenderal Hortikultura memberikan bantuan saprodi untuk pengembangan kawasan cabai seluas 50 hektare. Benih yang diserahkan berupa benih bersertifikat disertai sarana pengendali OPT berupa likat kuning. Pemberian benih ini bertujuan agar petani di Kabupaten Pesawaran bisa memproduksi cabai dengan benih hibrida sehingga produktivitas yang dihasilkan lebih tinggi. Selama ini petani di wilayah tersebut identik bertanam benih varietas lokal krisna.

“Saya berharap masyarakat sekitar, khususnya petani dapat memelihara dan memafaatkan sebaik-baiknya fasilitas-fasilitas yang diberikan dari Kementan maupun BUMN. Dengan adanya bantuan ini petani cabai di Kabupaten Pesawaran dapat berbudidaya cabai sepanjang tahun tanpa terkendala air dan produktivitas cabainya pun meningkat,” jelas Prihasto.

Masih di lokasi yang sama, Kasubdit Aneka Cabai dan Sayuran Buah, Dessi Rahmaniar menghadiri Gerakan Tanam Cabai. Pada acara tersebut Dessi memberikan arahan kepada pemerintah daerah agar mendaftarkan benih lokal yang digemari petani melalui BPSB agar kualitas mutu benihnya lebih terjamin. Tak hanya itu, dirinya berjanji bahwa jajaran Ditjen Hortikultura akan mengawal pertanaman cabai di Kabupaten Pesawaran. Dalam kesempatan tersebut juga diberikan bantuan likat kuning secara simbolis kepada Kelompok Tani Gemah Ripah.

“Tak hanya sisi budidaya, Dinas Pertanian Provinsi Lampung dan Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran juga memberikan dukungan pendirian pasar lelang cabai. Dengan demikian tidak hanya kuat di sisi onfarm namun juga off farmnya. Dengan berbagai dukungan yang ada diharapkan stabilisasi produksi dan harga cabai di Kabupaten Pesawaran dapat terwujud,” tutur Dessi.

Ketua Gapoktan Gemah Ripah, Kisman sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia juga menyampaikan bahwa likat kuning memang sangat dibutuhkan petani. Penggunaan likat kuning sudah sering dilakukan dan manfaatnya sangat terasa untuk mengurangi serangan thrips dan lalat buah.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020