trubus.id
Jamur Pangan, Alternatif Sumber Protein Nabati untuk Ketahanan Pangan Keluarga di Masa Pandemi Covid-19

Jamur Pangan, Alternatif Sumber Protein Nabati untuk Ketahanan Pangan Keluarga di Masa Pandemi Covid-19

Astri Sofyanti - Rabu, 07 Okt 2020 13:09 WIB

Trubus.id -- Memburuknya pola konsumsi akibat menurunnya daya beli selama pandemi Covid-19 telah berdampak pada kualitas kesehatan individu. Namun demikian masih banyak hal yang dapat dilakukan agar kesehatan tetap terjaga, salah satunya dengan memperhatikan asupan gizi.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengambil peran dalam pengembangan teknologi budidaya jamur pangan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat Indonesia.

Pangan merupakan kebutuhan fundamental yang harus dijamin ketersediaannya. Ketersediaan pangan yang cukup akan memberikan keamanan, ketenangan suatu negara, serta memberikan keberlangsungan hidup. Hal ini merupakan salah satu prioritas dari pembangunan bangsa.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, sangat memengaruhi kemampuan pemerintah dalam upaya menjamin ketahanan pangan secara nasional. Ketahanan pangan dapat dicapai apabila komponen ketahanan pangan seperti ketersediaan, keterjangkauan, dan kualitas pangan dapat dipenuhi. Masyarakat memiliki penanan dalam menjaga ketahanan pangan anggota keluarganya.

Direktur Eksekutif APCE – UNESCO C2C, Ignasius Dwi Atmana Sutapa, menjelaskan salah satu komoditas pangan yang mudah dibudidayakan serta mempunyai kualitas pangan yang cukup baik adalah jamur pangan.

Jamur merupakan salah satu sumber pangan yang berperan penting dalam menyuplai kebutuhan gizi tubuh kita. Masyarakat perlu melakukan penyesuaian konsumsi tanpa mengorbankan kualitas gizi dengan memilih pangan yang tepat, tersedia di sekitar, dan terjangkau meski pendapatan menurun.

“Jamur pangan mempunyai kualitas pangan yang cukup baik, padat gizi, dan membantu memenuhi kebutuhan asupan protein ketika daya beli masyarakat menurun,” kata Sutapa dalam webinar dengan topik “Jamur Pangan sebagai Sumber Protein Nabati di Masa Pandemi” yang disiarkan oleh Youtube Pusat Penelitian Biologi LIPI, Rabu (7/10/20).

Webinar ini memberikan pandangan berbagai pihak terkait studi ketahanan pangan ditingkat rumah tangga, serta untuk mengetahui kebijakan ketahanan pangan diperankan serta jamur sebagai alternatif pangan pengganti yang mampu melengkapi kebutuhan gizi di tingkat rumah tangga.

Senada dengan Sutapa, Peneliti Pusat Penelitian Biologi, Iwan Saskiawan menerangkan, jamur pangan mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Dari hasil penelitian rata-rata jamur pangan mengandung 19-35 persen protein lebih tinggi jika dibandingkan dengan beras (7,38 persen) dan gandum (13,2 persen).

“Asam amino esensial yang terdapat pada jamur, ada sekitar sembilan jenis dari 20 asam amino yang dikenal. Selain itu 72 persen lemaknya termasuk jenis lemak tidak jenuh,” tambah Iwan.

Iwan merinci jamur juga mengandung berbagai jenis vitamin, antara lain B1 (thiamine), B2 (riboflavin), niasin, dan biotin.

“Selain elemen mikro, jamur juga mengandung berbagai jenis mineral, antara lain kalium, fosfor, kalsium, natrium, magnesium, selenium dan tembaga,” paparnya. “Jumlah kandungan seratnya yang berkisar antara 7,4 hingga 24,6 persen sehingga sangat baik untuk pencernaan,” tambahnya.

Sebagai informasi, tujuan diadakannya kegiatan webinar “Jamur Pangan sebagai Sumber Protein Nabati di Masa Pandemi Covid 19” ini adalah membahas kebijakan ketahanan pangan di Kabupaten Bogor.

“Melalui webinar ini, kita saling berbagi ilmu tentang cara dan upaya untuk menjaga ketahanan pangan rumah tangga di masa pandemi Covid-19. Salah satu upaya tersebut adalah melalui budidaya jamur pangan,” tutup Sutapa.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020