trubus.id
Perdagangan Ilegal Satwa Liar Berpotensi Munculkan Kasus Zoonosis di Masyarakat

Perdagangan Ilegal Satwa Liar Berpotensi Munculkan Kasus Zoonosis di Masyarakat

Syahroni - Selasa, 29 Sept 2020 15:36 WIB

Trubus.id -- Himpunan Minat Profesi Satwa Liar Fakultas Kedokteran Hewan, IPB University gelar “Wildlife Campaign 2020” dengan mengusung tema “Dampak Penangkapan Satwa Liar terhadap Timbulnya Zoonosis di Masyarakat”. Acara yang digelar akhir pekan lalu ini bertujuan mengedukasi dan mengkampanyekan terkait upaya penyelamatan satwa liar serta menumbuhkan kesadaran terhadap bahaya zoonosis yang bersumber dari satwa liar kepada masyarakat.

Menurut, Teofilo Reynara, Ketua Pelaksana Wildlife Campaign 2020, perdagangan ilegal satwa liar memiliki keterkaitan penting dengan potensi munculnya kasus zoonosis di masyarakat. Diharapkan dengan dilaksanakan acara ini dapat menambah wawasan terkait bahaya penularan zoonosis bersumber satwa liar.

Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber ahli di bidangnya. Yakni Dr drh Joko Pamungkas, MSc selaku Koordinator Program One Health Laboratory Network (OHLN) Indonesia One Health University Network (INDOHUN), Dr dr Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK(K) dari Udayana One Health Collaborating Center, drh Huda S Darusman, MSi, PhD selaku Direktur Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) IPB University dan Ketua ASLIQEWAN, Dr drh Ligaya ITA Tumbelaka, Sp.MP, MSc selaku Kepala Bidang Edukasi Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI), Isti Kartika, MSi selaku peneliti dari PSSP IPB University, Indra Suryadi, S.Hut dari Zoological Society of London (ZSL) Indonesia dan drh Ahmad Faisal, M.Res dari Wildlife Conservation Society (WCS).

Dalam paparannya, Dr Joko Pamungkas menjelaskan bahwa saat ini terdapat berbagai zoonosis bersumber dari satwa liar yang berpotensi menimbulkan pandemi di manusia.

“Saat ini banyak sekali zoonosis yang berasal dari satwa liar yang umumnya bersirkulasi di tiga ordo yang penting yaitu Chiroptera, Primata, dan Rodentia. Program surveilans yang masif memiliki peran yang penting untuk mendeteksi patogen yang berpotensi zoonosis sebelum menginfeksi manusia,” terang Joko Pamungkas.

Sementara itu, Dr Ligaya ITA Tumbelaka memaparkan terkait aspek penanggulangan zoonosis di lembaga konservasi Indonesia. Menurutnya, penanganan zoonosis di satwa liar khususnya di lembaga konservasi perlu melibatkan banyak pihak agar kesehatan dan kesejahteraan satwa liar tetap terjamin. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020