trubus.id
Inovasi Ketahanan Pangan, Brebes Kembangkan Pisang di Lahan Sawah

Inovasi Ketahanan Pangan, Brebes Kembangkan Pisang di Lahan Sawah

Astri Sofyanti - Rabu, 09 Sept 2020 14:04 WIB

Trubus.id -- Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan, namun juga berdampak pada berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi, termasuk sektor pertanian.

Guna menjaga ketersediaan pangan masyarakat pada masa pandemi Covid-19, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memiliki terobosan dengan menginisiasi inovasi pengembangan kawasan pisang di lahan sawah.

Baru-baru ini Brebes melakukan panen pisang di lahan sawah Kecamatan Losari dengan hasil cukup membanggakan, 1.106 ton. Panen yang dihasilkan di lahan seluas 151 hektare ini keuntungannya mencapai lebih dari Rp2,5 miliar, dengan asumsi bila rata-rata harga pisang Rp2.500 per kilogram (kg).

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian saat ini terus melakukan penambahan luas tanam melalui pengembangan kawasan (ekstensifikasi) dan sudah waktunya komoditas hortikultura menjuarai sektor pertanian.

Menanggapi hal tersebut Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Prasetyo menyatakan jajarannya akan terus menggenjot produksi melalui program Gedor Horti salah satunya yang sudah terwujud adalah program pengembangan kawasan hortikulktura khususnya buah-buahan.

“Ini menjadi komitmen kami untuk terus mendorong produksi hortikultura terutama buah-buahan unggul berskala ekspor,” ungkap pria yang akrab dipanggil Anton ini dalam keterangan persnya.

Penggunaan lahan sawah untuk pertanaman pisang dari segi ekonomi menjadi nilai tambah bagi para petani. Terlebih di masa pandemi Covid-19, dengan hasil yang cukup signifikan ini dapat juga menjadi sumber diversifkasi pangan dan memicu terjadinya ekspor.

“Semoga pemanfaatan lahan sawah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memanfaatkan sumber lahan yang telah ada,” ujar Anton. 

Dari lahan yang tersedia, berbagai jenis pisang ditanam secara massal. Hasilnya, kecamatan ini mampu menghasilkan pisang yang bisa dipasarkan ke berbagai daerah. Pisang yang ditanam di antaranya pisang raja nangka, raja bulu, mas kirana, kepok kuning dan pisang ambon. Lahan sawah yang dimanfaatkan adalah lahan produktif dengan irigasi teknis dengan pola tanam monokultur bergilir dengan padi dan bawang merah.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes Tanti Palupi ketika dikonfirmasi menyatakan, lahan pisang di Kabupaten Brebes mencapai 525 hektare yang tersebar di 17 kecamatan. Penanaman pisang dilakukan oleh beberapa kelompok tani, di antaranya Gabungan Kelompok Pertanian (Gapoktan) Fadilah Desa Randusari, Kecamatan Losari Brebes.

“Khusus di Kecamatan Losari, hasil panen mencapai 1.106 ton yang berasal dari sejumlah desa, yakni Desa Kedungeneng, Kalibuntu, Babakan, Randusari, Bojongsari dan Rungkang. Sementara, total produksi pisang di Kabupaten Brebes saat ini mencapai 9.595 ton,” terang Tanti.

Pihaknya terus melakukan pembinaan kepada para petani pisang, dari mulai pelatihan cara budidaya, pemberian benih, hingga pemasaran produk. Menurutnya, hasil panen tanaman pisang di Brebes mampu memenuhi kebutuhan lokal, bahkan dipasarkan hingga ke wilayah luar Brebes.

Direktur Buah dan Florikultura Liferdi Lukman turut memberikan apresiasi kepada petani karena mampu menghasilkan pisang bermutu dengan produksi tinggi di tengah pandemi ini.

“Dengan memanfaatkan lahan sawah melalui pola pergiliran tanaman tentunya sangat baik, karena berguna untuk memutus mata rantai hama dan penyakit,” ujar Liferdi.

Pihaknya akan terus mengingatkan dan mendorong para petani agar tetap melaksanakan budidaya yang sesuai dengan Good Agricultural Practices (GAP) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Hal ini bertujuan agar hasil yang didapat sesuai dengan tuntutan pasar terutama pasar ekspor baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Dirinya berharap, keberhasilan petani pisang Kabupaten Brebes dalam menanam pisang di lahan sawah ini dapat menjadi inspirasi bagi petani pisang di daerah lain.

“Semoga ke depan produksi pisang asal Brebes bisa meningkat tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal saja namun mampu menembus pasar ekspor,” pungkas Liferdi.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020