trubus.id
Kolaborasi Warga Mekarsari dan Wisma Hijau Ubah Sampah Jadi Berkah

Kolaborasi Warga Mekarsari dan Wisma Hijau Ubah Sampah Jadi Berkah

Astri Sofyanti - Rabu, 26 Agu 2020 15:00 WIB

Trubus.id -- Bank sampah merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) untuk mengurangi bertumpuknya sampah sejak 2010. Bank sampah lambat laun memperlihatkan keberhasilannya. Program ini awalnya bertujuan mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA), kini berubah menjadi sumber penghasilan masyarakat.

Senada dengan program tersebut, PT Bina Sarana Swadaya (Wisma Hijau) juga memiliki kepedulian besar terhadap pengelolaan sampah. Salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Wisma Hijau bersama masyarakat sekitar adalah mendirikan bank sampah di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Direktur Wisma Hijau, Sri Mulyati, menjelaskan tujuan utama Wisma Hijau melakukan pembinaan bank sampah adalah untuk menyelamatkan lingkungan dengan mengedukasi masyarakat memilah sampah dan mengubahnya menjadi berkah.

Wisma Hijau melakukan pembinaan bank sampah sejak 2017, tepatnya di RW 13, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Kesuksesan membina bank sampah di RW 13 terus berlanjut. Pada Agustus 2019 Wisma Hijau kembali mendirikan bank sampah di RW 09. Pertama kali dibentuk, Bank Sampah Cempaka RW 09 hanya beranggotakan 13 orang. Satu tahun setelah didirikan, anggota Bank Sampah Cempaka bertambah menjadi 53 orang, yang mayoritas adalah ibu-ibu PKK.

Selain menjaga lingkungan, bank sampah juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Sampah yang telah dipilah dan dikumpulkan oleh masyarakat kemudian ditukar dengan sejumlah uang oleh bank sampah.

“Sampah-sampah yang dikumpulkan warga hanyalah sampah-sampah yang memiliki nilai jual. Penimbangan bank sampah dilakukan setiap enam bulan sekali. Rata-rata pendapatan masyarakat dari bank sampah sebesar Rp500 ribu hingga lebih dari Rp1 juta tergantung banyaknya warga yang mengumpulkan sampah,” kata Arif, koordinator Bank Sampah Cempaka RW 09.

Hingga kini Wisma Hijau terus melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga, untuk lebih giat lagi mengumpulkan sampah.

“Kita terus mengedukasi masyarakat untuk mengubah sampah menjadi uang. Kebersihan itu bagian dari iman. Sehingga, kegiatan ini tak hanya memberikan banyak manfaat bagi masyarakat tetapi juga untuk lingkungan. Ibu-ibu rumah tangga sangat senang dengan pembinaan ini,” ujar Mulyati.

Nilai ekonomi hanyalah sebagai poin plus. Utamanya adalah partisipasi masyarakat dalam gerakan menyelamatkan lingkungan.

“Ke depan harapan Wisma Hijau agar jangkauan bank sampah semakin luas. Dibutuhkan peran serta pihak RT dan RW untuk mengembangkan bank sampah,” tutup Mulyati.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020