trubus.id
Budikdamber di Masa Pandemi, Atasi Stres Sekaligus Perkuat Ketahanan Pangan Karyawan Medco Group

Budikdamber di Masa Pandemi, Atasi Stres Sekaligus Perkuat Ketahanan Pangan Karyawan Medco Group

Syahroni - Senin, 10 Agu 2020 17:39 WIB

Trubus.id -- Sejak PBB menetapkan wabah Covid-19 sebagai pandemi, aktivitas sebagian orang banyak yang terganggu. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan pemerintah untuk menekan penyebaran virus berbahaya ini, memaksa warga menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah. 

Kondisi ini tentunya cukup berpengaruh pada pola hidup banyak orang. Berdiam diri di rumah membuat potensi stress meningkat. Apalagi mereka juga dihadapkan pada masalah pemenuhan kebutuhan pangan keluarga yang terganggu akibat rantai pasoknya yang tersendat.

Kondisi ini dirasakan betul oleh sebagian besar karyawan di lingkungan perusahaan Medco Group. Karena itu, Medco Learning Center (MLC) dan Medco Foundation mereka berupaya mencari solusi untuk mengatasi kedua masalah ini. 

Baca Lainnya : Makanan Tambahan yang Tidak Sesuai, Tingkatkan Risiko Kematian Ikan dalam Ember

“Awal-awal pandemi diberlakukan jam kerja WFH (work from home). Di tengah covid ini ada beberapa karyawan yang di rumah terus akhirnya membuat stress, mereka butuh penyegaran. Sementara saat itu masih dibatasi oleh PSBB. Karenanya harus ada solusi lain. Selain itu kondisi ekonomi juga tengah menurun. Kebutuhan pangan kurang terpenuhi. Dari 2 alasan inilah kami menggagas adanya proses pelatihan menanam kangkung dan lele dalam ember,” terang Iip Nasrullah, koordinator kegiatan dari Medco Learning Center untuk pelatihan budidaya ikan dan sayuran dalam ember di Kelas Trubus.

Tahapan penyemaian sayuran dalam ember. (Foto: Doc/ Medco Learning Center) 

Setelah melakukan berbagai riset, akhirnya mereka memilih untuk membekali ratusan karyawan Medco Group dengan pelatihan Budidaya Ikan dan Sayuran dalam Ember (Budikdamber) dengan menggandeng Trubus Bina Swadaya (TBS) di Kelas Trubus-nya. 

Pada Mei silam, sebanyak 464 karyawan Medco Group diberikan pelatihan bercocok tanam dan budidaya ikan dalam ember secara daring di sesi webinar. Kemudian 80 karyawan terpilih diberikan starter kit untuk mempraktekan hasil pelatihan itu di rumahnya masing-masing. 

Iip menjelaskan, tema pelatihan dipilih dengan pertimbangan beberapa faktor. Yang pertama, dengan pelatihan ini, kampanye ketahanan pangan bisa dijalankan. Yang kedua, pelatihan ini diharapkan mampu memudahkan karyawan Medco Group dalam menjalankan prosesnya. 

“Artinya karyawan masih bisa beraktifitas sambil tetap bisa menghasilkan produksi pangan dan memberikan keterampilan baru. Di sisi lain pelatihan ini juga tidak terlalu merepotkan dan sangat mudah dijalankan. Itu pertimbangannya tema budidaya di dalam ember,” terang Iip lagi ketika dihubungi Trubus.id.

Perkembangan dan problem yang dihadapi para peserta didiskusikan dalam grup pendampingan hingga 1 musim tanam. (Foto: Doc/ Medco Learning Center)

Dijelaskan kembali, Kelas Trubus sendiri menjadi pilihan pertama Medco Group untuk mewujudkan kedua tujuan tadi karena dinilai paling menguasai materi tentang urban farming. Apalagi, di Kelas Trubus, selain diberikan teori tentang tema yang dijalankan, peserta juga diberikan pendampingan hingga satu musim tanam.

“Kami percaya Trubus bisa memberikan bimbingan dan arahan yang komprehensif secara menyeluruh dari sisi budidaya lele dan sayur dalam ember tersebut. Mereka juga sangat mendukung dalam prosesnya seperti contohnya ada dalam diskusi. Kami dibuatkan grup untuk wadah pendampingan mulai dari menyemai hingga memanen. Pak Sigit (pakar urban farming toko Trubus) yang terlibat di dalamnya, beliau sangat membimbing dan memberikan arahan yang cukup baik dalam prosesnya itu.” Iip Nasrullah, koordinator kegiatan dari Medco Learning Center 

Iip menceritakan, hasil pelatihan itu kini sudah mulai dirasakan para peserta. Panen melimpah cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan di rumah. Bahkan ada beberapa peserta yang ingin mengembangkan ilmu yang sudah mereka dapatkan di Kelas Trubus dengan mencoba membudidayakan ikan jenis lain seperti nila dan gurami.

“Hampir rata-rata semua peserta berhasil yah. Kalo dipersentasekan mungkin 70-80 persen berhasil menjalankan proses ini. Adapun yang gagal lebih banyak karena kendala masih ada yang belum terlalu memahami proses awalnya seperti apa. Apa aja yang perlu dipersiapkan. Kembali ke pemahaman secara menyeluruh. Apa yang dipahami dan dipraktekan berbeda. Itu juga menjadi salah satu penyebab kurang keberhasilan beberapa teman-teman. Untuk teman-teman yang sudah menjalankan akan mencoba hal lain dengan membudidakan dengan ikan nila atau gurami di ember. Hal itu kami persilahkan. Yang terpenting ada inovasi yang bisa ditularkan ke teman-teman lainnya,” jelas Iip lagi. 

Hasil panen para peserta bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga saat pandemi melanda. (Foto: Doc/ MEdco Learning Center)

Iip juga menilai kalau pelatihan seperti ini sangat penting dilakukan. Terutama dari sisi efisiensinya. Karena dengan budidaya ikan dan sayuran dalam ember, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangannya dengan produk yang lebih segar dan terjamin kesehatannya. 

“Sebenarnya hal seperti ini penting dari sisi efisiensi. Pertama mungkin dari ikan lelenya. Jadi setiap teman-teman yang menjalankannya mereka semacam memiliki kulkas hidup. Kulkas yang didesain benar-benar untuk penyediaan bahan pangan tapi dalam kondisi hidup. Live Stock. Jadi lebih sehat, lebih segar, dibandingkan kulkas dalam pengertian sebenarnya,” jelas Iip. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

23 Sep 2020
07 Sep 2020
31 Agu 2020