trubus.id
BKKBN Lakukan Sosialisasi Ternak Ayam Berskala Rumah Tangga untuk Tingkatkan Ekonomi Keluarga

BKKBN Lakukan Sosialisasi Ternak Ayam Berskala Rumah Tangga untuk Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Astri Sofyanti - Kamis, 30 Jul 2020 11:18 WIB

Trubus.id -- Pandemi virus corona atau coronavirus disease 2019 (Covid-19) memberikan dampak yang luar biasa dalam kehidupan masyarakat. Sebagian besar masyarakat kehilangan mata pencaharian yang berdampak terhadap kualitas hidup keluarga. Untuk menggerakkan perekonomian keluarga, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Trubus Bina Swadaya menggelar kegiatan sosialisasi ternak ayam berskala rumah tangga bagi Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS).

Ketua Pengurus Yayasan Bina Swadaya Bayu Krisnamurthi mengatakan, saat ini konsumsi ayam baik daging ataupun telur berkontribusi sekitar 67 persen dari pemenuhan protein hewani. Sehingga mengembangkan peternakan pada level keluarga, tak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan protein semata, tetapi juga untuk mengembangkan sumber-sumber pendapatan keluarga.

“Ini sebuah langkah yang strategis dan penting. Covid-19 telah memberikan pelajaran bagi kita untuk terus mengembangkan sumber-sumber pendapatan keluarga, yang tak hanya sekedar mendapatkan income, tapi juga memberikan asupan pangan yang bergizi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga kita bisa melewati periode adaptasi baru ini dengan lebih baik,” kata Bayu dalam dialog bersama BKKBN dengan tema “Sosialisasi Ternak Ayam Berskala Rumah Tangga Bagi Keluarga Akseptor Yang Tergabung Dalam Kelompok UPPKS” yang digelar secara daring, Senin (27/7/20).

Melalui kegiatan ini, Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK), Dr. dr. M.Yani, M.Kes, PKK, berharap bisa terus mencari model-model usaha yang bisa dikembangkan dalam skala yang lebih luas lagi.

“Upaya ini dilakukan agar masyarakat bisa terus menggerakkan perekonomian masyarakat baik di daerah hingga menjalin kerja sama dengan mitra sebagai upaya meningkatkan usaha masyarakat terutama bagi akseptor untuk terus melahirkan berbagai inovasi,” tutur M. Yani.

Usaha yang dapat dilakukan masyarakat berskala rumah tangga salah satunya ternak ayam. Meski usaha ternak ayam selalu menjadi tren bagi masyarakat, tetapi terkadang mereka tidak memperhatikan kondisi ayam, makanannya, hingga lingkungannya. Padahal, sangat penting untuk memperhatikan kondisi ternak ayam agar bisa tumbuh dengan baik, untuk menghasilkan telur dan berkembang biak dengan sehat.

Praktisi dan Konsultan Budidaya Ayam, Bagus Widiatmoko membagikan cara menyiapkan kandang hingga bibit, pertama dirinya mengatakan bahwa material kandang tidak boleh korosif dan tahan lama, kemudian usahakan kandang membujur dari timur ke barat.

Kemudian, usahakan posisi kandang harus lebih tinggi dari benda disekitarnya. Yang tidak kalah penting adalah buatlah desain kandang yang mudah untuk dibersihkan, serta pastikan sirkulasi udara sesuai kapasitas jumlah ayam. Terakhir yaitu buatlah ukuran kandang sesuai kapasitas. Disarankan untuk menggunakan tipe close house.

“Untuk bibit, bisa kita beli di perusahaan pembibitan atau bisa menghasilkan bibir sendiri dengan mengawinkan bibit sendiri, bisa juga memperhatikan jumlah bibit yang dibeli, periksa kondisi kesehatan, ambil sampel kemudian timbang beratnya, beri air gula dan multivitamin,” jelas Bagus.

Bagus mengungkapkan, untuk pakan ayam terdapat beberapa tahapan manajemen pemberian pakan yaitu:

1. Umur 0—2 bulan diberikan full pakan broiler (ad libitum)
2. Umur 2—4 bulan diberikan pakan broiler campur dedek dan jagung (ad libitum 1:3:1)
3. Umur 4—6 bulan berikan pakan layer campur jagung (7-8 gram 1:2)
4. Untuk ayam umur 6 bulan keatas diberikan pakan layer campur jagung (85 gram 1:1)

“Tak lupa juga untuk memperhatikan manajemen penyimpanannya. Simpanlah dalam keadaan kering, lebih tinggi dari lantai, first in first out (FIFO), tidak boleh disimpan lebih dari 1 minggu, dan terapkan pest control. Kesehatan pun wajib sekali diutamakan dengan pemberian vitamin, semprot desinfektan dan insektisida, berikan vaksinasi dan rutin pembersihan kandang,” ujar Bagus menambahkan.

Sementara itu, inisiator Kandang Portable sekaligus Penulis Buku Peternakan dan Pertanian, Titut Wibisono, menjelaskan, keunggulan kandang ayam portable yaitu bisa digunakan dan diletakkan di mana saja.

“Kandang portable ini bisa digunakan secara mobile dan dapat dipindahkan, sehingga masyarakat tak perlu khawatir jika kondisi pekarangan rumah yang minim lahan,” ujar Titut.

Lebih lanjut Titut menjelaskan, langkah pertama, tentukan material kayu yang akan digunakan untuk membangun kandang terlebih dahulu baru menentukan ukuran kandang. Hal ini dilakukan agar tidak berlebihan ketika membeli material.

Selain itu, siapkan sejumlah alat dan material yang diperlukan seperti gergaji, palu, serta tak lupa untuk menentukan desain kandang portable. Titut Mengatakan, sesuaikan ukuran kandang yang akan dibuat, jika hanya ingin mengembangbiakkan saja, maka buatlah kandang dengan ukuran 100 x 80 sentimeter untuk diisi dua ayam betina dan satu pejantan. Kemudian, jika untuk menghasilkan ayam pedaging, bisa diisi dengan 10 ekor ayam.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020