trubus.id
Banjir Rendam 20 di Kabupaten Aceh Jaya, 1.060 Jiwa Terdampak

Banjir Rendam 20 di Kabupaten Aceh Jaya, 1.060 Jiwa Terdampak

Astri Sofyanti - Selasa, 28 Jul 2020 17:18 WIB

Trubus.id -- Sebanyak 20 desa yang tersebar di 5 kecamatan di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, terendam banjir, Selasa (28/7) sejak pukul 07.45 WIB. Ketinggian air dilaporkan bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga satu meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Sunawardi, melaporkan banjir tersebut terjadi akibat luapan sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sebagian besar wilayah Aceh Jaya sejak Senin (27/7).

20 desa tersebut meliputi Desa Babah Dua, Desa Baro, Desa Lamteungoh, Desa Panton Krueng, Desa Ujong Rimba, Desa Paya Santet dan Desa Masen di Kecamatan Darul Hikmah.

Kemudian Desa Gunong Mantok, Desa Panton Krueng, Desa Alue Pande, Desa Gunong Buloh dan Desa Alue Abet di Kecamatan Panga.

Selanjutnya Desa Gampong Baroh, Desa Sapek, Desa Gle Subak, Desa Lhok Bot dan Desa Pante Kuyun di Kecamatan Setia Bakti.

Selain itu ada Desa Alue Tho dan Desa Curek di Kecamatan Krueng Sabee serta Desa Alue Gro di Kecamatan Sampoiniet.

Dari laporan sementara, sebanyak 553 KK/1.060 jiwa terdampak banjir tersebut dengan rincian 229 KK/448 jiwa di Kecamatan Darul Hikmah, kemudian 232 KK/336 jiwa di Kecamatan Krueng Sabee dan 92 KK/276 jiwa di Kecamatan Setia Bakti serta wilayah lain masih dalam pendataan.

Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Jaya masih melakukan kaji cepat, evakuasi warga dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Saat laporan diterima pada Selasa (28/7) pukul 12.15 WIB, banjir belum surut dan hujan masih mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Aceh Jaya.

Berdasarkan prakiraan dan peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya, hujan disertai kilat/petir dan angin kencang/puting beliung berpotensi terjadi di Aceh sejak Senin (27/7) hingga Selasa (28/7). Oleh sebab itu, diperlukan kewaspadaan terkait potensi bencana yang dapat dipicu oleh faktor cuaca tersebut.

“Perlu kewaspadaan potensi longsor di puncak dan banjir bandang di dataran rendah di hilir baik di bagian timur atau barat dari Pegunungan Bukit Barisan,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Jakarta (27/7).

Selanjutnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga meminta agar pemangku kebijakan di daerah dan masyarakat agar selalu berkoordinasi dan melakukan langkah-langkah upaya pencegahan, sehingga dampak buruk dari potensi ancaman bencana dapat diminimalisir.

Selain Aceh, wilayah lain yang harus waspada menurut BMKG adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

04 Agu 2020
03 Agu 2020
03 Agu 2020