trubus.id
BMKG Tetapkan 4 Kabupaten di NTT dan NTB  Berstatus Awas Kekeringan

BMKG Tetapkan 4 Kabupaten di NTT dan NTB Berstatus Awas Kekeringan

Binsar Marulitua - Senin, 27 Jul 2020 13:00 WIB

Trubus.id -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis dengan status AWAS (kode merah) untuk 3 Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Timur (NT) dan 1 Kabupaten di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Daerah yang mendapatkan status AWAS (kode merah) kekeringan meteorologis adalah: Kota Kupang, Kabupaten Belu, Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kabupaten Dompu.
 Selain daerah yang mendapatkan status AWAS (kode merah) kekeringan meteorologis , 58 Kabupaten/Kota juga tersebut berstatus SIAGA (kode oranye) yang tersebar di Provinsi NTT, NTB, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY dan Sulawesi Selatan.

“Dari 342 daerah ZOM di Indonesia, sebanyak 69% ZOM telah memasuki musim kemarau seiring dominannya sirkulasi angin Monsun Australia yang bersifat kering yang bertiup dari arah Timur – Tenggara,” ," jelas Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal di Jakarta. 

Herizal merinci, daerah-daerah yang telah memasuki musim kemarau adalah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Timur, sebagian besar Jawa Tengah, sebagian besar Jawa Barat, pesisir utara Banten, DKI, Sumatra Selatan bagian timur, Jambi bagian timur, sebagian besar Riau, sebagian besar Sumatra Utara, pesisir timur Aceh, Kalimantan Tengah bagian selatan, Kalimantan Timur bagian timur, Kalimantan Selatan bagian utara, Sulawesi Barat bagian selatan, Pesisir selatan Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara bagian utara, Maluku bagian barat, Papua Barat bagian timur, dan Papua bagian utara dan selatan.

Baca Lainnya : Kupang Berkategori 'Awas', Ini Sebaran Wilayah Kekeringan Rilis BMKG Lainnya

Dari wilayah-wilayah yang telah memasuki musim kemarau tersebut, 31% ZOM telah mengalami kondisi kering secara meteorologis berdasarkan indikator Hari Tanpa Hujan berturut-turut (HTH) atau deret hari kering yang bervariasi antara 21 sampai 30 hari, 31 sampai 60 hari, dan di atas 61 hari.

Wilayah yang sudah mengalami deret hari kering lebih dari 30 hari (sebulan) antara lain:
-Bali (Bangli, Buleleng, Karangasem, Klungkung, dan Denpasar)
-D I Yogyakarta (Bantul, Gunung Kidul, Yogyakarta, Kulonprogo, dan Sleman)
-Jawa Tengah (Karanganyar, Kebumen, Klaten, Purworejo, Sukoharjo, dan Wonogiri)
-Jawa Timur (Bangkalan, Banyuwangi, Bondowoso, Gresik, Jember, Kota Surabaya, Lamongan, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Sampang, Sidoarjo, dan Situbondo)
-Nusa Tenggara Barat (Bima, Kota Bima, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, dan Sumbawa Barat)
-Nusa Tenggara Timur (Alor, Ende, Flores Timur, Kupang, Lembata, Manggarai Barat, Nagekeo, Ngada, Rote Ndao, Sikka, Sumba Barat Daya, Sumba Timur, dan Timor Tengah Utara)
-Sulawesi Selatan (Kepulauan Selayar)

Sementara itu, daerah-daerah yang telah mengalami deret hari kering lebih dari dari 60 hari (2 bulan), yaitu:
-Nusa Tenggara Timur (Belu, Kota Kupang, dan Timor Tengah Selatan);
-Nusa Tenggara Barat (Dompu)

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

04 Agu 2020
03 Agu 2020
03 Agu 2020