trubus.id
Budidaya Lele Solusi Ekonomi Rakyat di Masa Pandemi Covid-19

Budidaya Lele Solusi Ekonomi Rakyat di Masa Pandemi Covid-19

Astri Sofyanti - Senin, 27 Jul 2020 11:36 WIB

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui unik pelaksana teknis Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Medan, menggelar ‘Pelatihan Teknik Budidaya Pembesaran Ikan Lele’ dengan metode semi blended.

Pelatihan ini diharapkan bisa menggerakkan perekonomian rakyat di masa pandemi Covid-19. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) Palembang. Pesertanya merupakan 50 orang pembudidaya ikan yang berasal dari Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

Merespon hal tersebut, Kepala BRSDM Sjarief Widjaja mengungkapkan, mengusung metode semi blended, pelatihan diselenggarakan dengan menggabungkan pelatihan daring (online) dengan tatap muka dipandu oleh instruktur atau pelatih. Namun, pelatihan tatap muka dilaksanakan dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kita selenggarakan pelatihan dengan menggunakan platform e-Jaring dengan pelatih dari BPPP Medan. Namun, di lapangan kita juga hadirkan lima orang penyuluh untuk mendampingi dan membimbing langsung para peserta,” kata Sjarief.

Dirinya menyatakan, pemilihan metode semi blended ini dilakukan untuk mengoptimalkan pemahaman peserta atas pelatihan yang diberikan. Sebelumnya, KKP telah menerapkan pelatihan dengan metode serupa, misalnya pada pelatihan budidaya magot untuk pakan alami ikan di Kabupaten Banyumas dan pelatihan budidaya udang vaname super intensif di Kabupaten Cilacap.

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilya Pregiwati menjelaskan, tema pelatihan yang digelar juga disesuaikan dengan identifikasi kebutuhan masyarakat.

“Sesuai permintaan kebutuhan dari masyarakat, selama dua hari, dimulai hari ini hingga besok kita selenggarakan pelatihan teknik budidaya pembesaran ikan lele yang diikuti oleh 50 orang peserta,” jelas Lilly saat membuka pelatihan, Sabtu (25/7).

Melalui pelatihan semi blended ini, Lilly berharap transfer pengetahuan, keterampilan, dan sikap teknik budidaya pembesaran lele dapat dilakukan dengan baik. Untuk itu, ia meminta penyuluh perikanan terus mendampingi para pelaku utama/pelaku usaha di lapangan guna mempermudah komunikasi jika ditemukan kesulitan.

“Saya berharap, BPPP Medan dapat memberikan materi selengkap-lengkapnya, mulai dari persiapan, pembesaran, pencegahan dan penanganan hama dan penyakit ikan, kualitas air, penyediaan pakan, hingga sampai ke analisis usahanya,” pinta Lilly.

Terakhir, Lilly juga berharap, ikan lele akan menjadi komoditas perikanan yang disukai masyarakat Sumsel. “Kalau sekarang pempek masih dibuat dari ikan belida, ke depan mungkin dapat dikembangkan pempek ikan lele atau misalnya tekwan ikan lele,” pungkas Lilly.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Renny Astuti yang turut menyaksikan langsung kegiatan pelatihan dari Palembang, menyampaikan apresiasi kepada KKP atas penyelenggaraan pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan ini sangat tepat, mengingat dari berbagai proposal permohonan pelatihan yang diterimanya, sebagian besar meminta pelatihan budidaya ikan lele.

“Di masa pandemi ini, masyarakat sangat terpuruk dan mereka membutuhkan biaya hidup. Budidaya lele ini adalah sebagai alternatif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Renny.

Renny berpendapat, lele adalah jenis ikan yang dapat hidup dengan mudah dan tidak sulit untuk dibudidayakan. Ia menuturkan, untuk berbudidaya lele, masyarakat tidak membutuhkan kolam atau halaman yang luas. Budidaya lele dapat dilakukan dengan memanfaatkan media sederhana, termasuk ember sehingga dapat dilakukan dengan mudah di rumah-rumah.

“Di masa pandemi ini, solusi untuk bertahan, tetap produktif, dan menghasilkan nilai ekonomi salah satunya dengan mencari solusi yang tepat dan akurat yaitu budidaya lele ini,” imbuh Renny.

Untuk itu, Renny mengimbau seluruh peserta pelatihan untuk mengikuti pelatihan dengan komposisi 30 persen materi dan 70 persen praktik ini dengan saksama. Ia berharap, para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk membantu perekonomian keluarga.

“Bapak Ibu juga bisa berbagi ilmu dengan tetangga-tetangga yang belum bisa mengikuti pelatihan pada hari ini. Dan tadi saya sempat ngobrol dengan para penyuluh dan pelatih, mereka selalu siap membantu Bapak Ibu semuanya,” tutupnya.

Kepala BPPP Medan, Simparta Br Sitepu mengatakan, teknik budidaya pembesaran Ikan lele yang diajarkan adalah dengan menggunakan kolam terpal. Tak hanya menonton, peserta akan langsung mempraktikkan teknik yang diajarkan menggunakan alat dan bahan yang telah diminta dipersiapkan sebelumnya.

“Tujuannya, kita ingin mendorong peningkatan produksi perikanan budidaya dan menumbuhkan jiwa wirausaha masyarakat pembudidaya,” jelas Simparta.

Sebagai evaluasi penyelenggaraan pelatihan, menurut Simparta pihaknya mengadakan pre test dan post tes untuk melihat sejauh mana materi yang diberikan dapat mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan peserta. Pihaknya juga akan menampung kritik dan saran dari peserta demi perbaikan penyelenggaraan pelatihan-pelatihan selanjutnya.

“Peserta juga diminta untuk memberikan penilaian dan saran terhadap pelatih sebagai evaluasi agar pelatih dapat terus meningkatkan kemampuan dan pelayanannya ke depan,” tandasnya.

Adapun Marsal Indrianto, penyuluh perikanan Palembang yang turut mendampingi peserta pelatihan mengatakan, pelatihan ini sangat tepat sasaran. Pasalnya, di wilayah binaannya, yaitu Kecamatan Kalidoni terdapat 7 kelompok pelaku usaha budidaya. Sebagian besar dari kelompok tersebut menekuni budidaya pembesaran ikan lele.

"Dari kita penyuluh, harapannya ke depan kelompok-kelompok kita lebih banyak lagi, lebih maju lagi dalam usaha budidayanya, lebih sejahtera, dan pengetahuan mereka lebih kompeten lagi. Mudah-mudahan dengan pelatihan ini sektor budidaya Palembang lebih maju lagi," katanya.

Penyelenggaraan pelatihan ini juga disambut baik oleh para peserta. Suparman Utoyo mengatakan, ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini sangat bermanfaat untuk diterapkan langsung pada usaha pembesaran lele yang ditekuninya. Ia pun berharap akan ada pelatihan lanjutan untuk mendorong pertumbuhan usaha pembudidayaan lele di daerahnya.

Lain lagi Nidya. Ia mengatakan, bentuk pelatihan yang dilaksanakan sangat cocok di tengah kondisi wabah Covid-19. Walaupun para peserta dan pelatih berjauhan, materi yang disampaikan tetap dapat dipahami dengan baik.

“Sudah lama sudah tidak update ilmu, dengan pelatihan baru ini jadi nambah ilmu. Insya Allah jadi semakin paham dan bisa berbudidaya,” akunya.

Tak sekadar pelatihan, ia pun berharap agar BPPP Medan dan KKP pada umumnya tetap memberikan pendampingan untuk mengatasi kendala yang mungkin ditemui pembudidaya di lapangan.

Peserta lainnya, Reza, mengatakan, pelatihan semacam ini dibutuhkan masyarakat sebagai ide atau dukungan usaha di tengah pandemi. Oleh karena itu, ke depan ia berharap kembali diselenggarakan pelatihan serupa dengan mengikutsertakan lebih banyak peserta.

“Dibuka lagi karena masih banyak pembudidaya-pembudidaya yang butuh pelatihan seperti ini,” ucapnya.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

04 Agu 2020
03 Agu 2020
03 Agu 2020