trubus.id
Bertahan di Tengah Pandemi, Dengan Menjaga Ketahanan Pangan Secara Mandiri

Bertahan di Tengah Pandemi, Dengan Menjaga Ketahanan Pangan Secara Mandiri

Syahroni - Sabtu, 25 Jul 2020 08:00 WIB

Trubus.id -- Pangan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Sebagai kebutuhan dasar, pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Pasalnya, ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhannya dapat menciptakan ketidakstabilan ekonomi.

Saat ini, krisis pangan menghantui Indonesia sebagai dampak pandemi  Covid-19. Banyak upaya yang bisa dilakukan guna mengantisipasinya. Memanfaatkan waktu di rumah dengan bercocok tanam dan budidaya ikan salah satunya.

Trubus Bina Swadaya (TBS) Grup sebagai yayasan yang erat kaitannya dengan agriculture dan sustainability tentunya memiliki keprihatinan yang sama terkait ketahanan pangan ini. Dan sejalan dengan falsafah ‘melayani masyarakat adalah panggilan luhur’ TBS bekerjasama dengan Jaringan Katholik Melawan COVID-19 (JKMC) serta organisasi lintas agama terus bergerak untuk membantu dan mendampingi keluarga terdampak Covid-19 dalam memenuhi ketahanan pangan mereka. 

Baca Lainnya : Trubus Bina Swadaya dan JKMC Dampingi Keluarga Terdampak Covid dengan Bantuan Stimulan yang Berkelanjutan

Pelatihan Pertanian Tingkat Rumah Tangga digelar di berbagai wilayah dengan dilanjutkan dengan pemberian bantuan stimulant berupa paket budidaya ikan dalam ember dan urban farming. Hasilnya pun kini mulai dirasakan. Ketahanan pangan mulai terbentuk. Semangat bangkit dari keterpurukan akibat pandemi pun mulai terjadi. 

Paket bantuan stimulant yang diberikan tak hanya cukup memenuhi kebutuhan pangan keluarga, namun juga dijadikan jalan untuk memperbaiki perekonomian mereka lagi. Seperti yang dilakukan masyarakat penerima manfaat di Semarang ini contohnya.

Arie Sulistio, perwakilan warga keuskupan Semarang yang menjadi perwakilan penerima manfaat ini menyebutkan, dari bantuan yang sudah diterima, masyarakat sudah mulai menata pola berkelanjutan dari program bantuan ini.

Baca Lainnya : Bantuan dan Pelatihan dari TBS dan JKMC, Bantu Penuhi Ketahanan Pangan Keluarga Korban Pandemi

“Mereka (penerima manfaat) ada yang akan melanjutkan dari proses itu. Ada yang berencana ketika panen, bagaimana mereka bisa mencari nilai tukarnya dengan tetangga sebelahnya. Sehingga bisa diteruskan untuk beli bibit lagi (urbanfarming). Yang budidaya lele dalam ember juga begitu. Namun paling tidak bantuan ini sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga sendiri itu bisa dilakukan dan bisa dimanage lebih lanjut,” terang Arie saat dihubungi Trubus.id.

Hal ini dibuktikan dengan laporan bapak Yosef Mantovani kepadanya belum lama ini. Dalam pesan WA di grup ketahanan pangan tempat mereka menerima bimbingan, ia melaporkan bahwa sebagian lele yang ia pelihara kini sudah mulai dipanen untuk dikonsumsi keluarganya. Sementara sebagian lagi dijual untuk melanjutkan program ini.
‘Lapor pak saya mendapat bantuan lele 25 ekor + ember + bibit bayam. Pemeliharaan +- 2 minggu. Saat ini lele sudah saya panen dengan rincian: Terjual 1 Kg isi 8 ekor Rp 20.000. Dalam bentuk lele kremes isi 2 sebanyak 5 porsi @Rp12.000. Sisa 7 ekor digoreng untuk dikonsumsi sendiri,” tulis Yosef dalam pesan WA-nya kepada Arie. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

04 Agu 2020
03 Agu 2020
03 Agu 2020