trubus.id
Sejumput Asa dari Paket Bantuan Ketahanan Pangan JKMC dan Trubus Bina Swadaya

Sejumput Asa dari Paket Bantuan Ketahanan Pangan JKMC dan Trubus Bina Swadaya

Syahroni - Sabtu, 25 Jul 2020 06:00 WIB

Trubus.id -- Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia memaksa Ruditia menutup salah satu rumah terapi ceragem miliknya. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mencegah penyebaran virus, memaksa bapak satu anak ini untuk lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Padahal sejak ia buka tahun 2009 silam, rumah terapi tersebut telah menjadi salah satu sumber penghasilan keluarganya.

Perekonomiannya jelas terganggu. Begitu juga dengan psikisnya. Diam di rumah memang bukan kebiasaan yang bisa diterima pria berusia 64 tahun itu. Kebiasaannya beraktivitas di luar rumah terbatasi. Ancaman stress pun mulai menghantui. Padahal kondisi ini yang semestinya dihindari agar tubuh tetap fit sehingga terhindar dari paparan virus corona.

Baca Lainnya : Trubus Bina Swadaya dan JKMC Dampingi Keluarga Terdampak Covid dengan Bantuan Stimulan yang Berkelanjutan

Beruntungnya kondisi itu segera membaik. Tanggal 23 Juni silam, Trubus Bina Swadaya (TBS) Grup dan Jaringan Katholik Melawan Covid-19 (JKMC) melalui FOKUS (Forum Kerukunan Umat Sukatani) menyalurkan bantuan stimulant kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Sukatani, Tapos, Kota Depok itu. Ruditia masuk ke dalam daftar penerima manfaat bersama 40 warga lainnya. Saat 19 warga lain menerima paket urban farming, Ruditia memilih bantuan paket budidaya ikan lele dalam ember. 

Dengan bantuan itu, semangatnya bangkit kembali. Kegiatan hariannya mulai berjalan. Merawat lele dalam ember untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus sebagai sarana peredam tingkat stress di saat-saat yang tidak menentu seperti sekarang ini.

“Di rumah terus kan bisa bikin stress. Nah bantuan lele ini cukup meringankan stress itu. Jadi setiap pagi jam 6 saya sudah memberi makan lele. Ganti air jika sudah bau. Lalu lanjut olahraga bersepeda biar sehat. Lalu sore kegiatannya begitu lagi. Jadi kegiatan ini sangat bagus lah. Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga juga menekan stress. Karena kan 4 bulan belakangan ini kondisi berat yah karena pandemi,” terang Rudi kepada Trubus.id ketika dijumpai di kediamannya.

Baca Lainnya : Bantuan dan Pelatihan dari TBS dan JKMC, Bantu Penuhi Ketahanan Pangan Keluarga Korban Pandemi

Kini lele yang dipelihara Ruditia sudah mulai besar. Sudah bisa dikonsumsi. Tapi hal itu belum membuatnya puas. Bahkan kini ia berfikir lebih jauh lagi. Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, lele ini juga diproyeksikan bisa membantu meningkatkan perekonomiannya dan juga warga sekitar. Yah, Ruditia berencana menambah skala budidaya lelenya agar bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Fasum/fasos yang akan dimanfaatkan untuk membudidayakan lele. 

“Kebetulan kan tidak jauh dari rumah saya ada Fasum/Fasos. Jadi saya sudah bicara dengan RT dan RW untuk memanfaatkan lahan itu untuk kolam lele. Karena kebutuhan lele di sini kan cukup besar. Apalagi banyak tukang lele disini. Jadi nanti kita system jemput bola. Lele kita antar ke mereka. Nanti kita kelola sama-sama warga lain. Jadi hasilnya ada yang bisa dimakan keluarga dan ada juga yang bisa untuk menambah penghasilan.,” terangnya lagi.

Keinginan itu sendiri kini sebentar lagi terlaksana. Lahan fasum dan fasos yang tadinya tidak terkelola dengan baik, sudah mulai dirombak menjadi kolam-kolam pembesaran lele. Rudi berharap, dalam waktu dekat, ilmu yang didapat dari bantuan dan pendampingan TBS dan JKMC bisa segera diterapkan dalam sekala yang lebih besar lagi. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

04 Agu 2020
03 Agu 2020
03 Agu 2020