trubus.id
LIPI Sebut Perlu Ada Upaya Amankan Ketahanan Air di Indonesia

LIPI Sebut Perlu Ada Upaya Amankan Ketahanan Air di Indonesia

Astri Sofyanti - Kamis, 23 Jul 2020 15:31 WIB

Trubus.id -- Pandemi Covid-19 yang melanda tanah air mempengaruhi kemampuan pemerintah dalam menjamin ketahanan air, pangan maupun energi secara nasional, termasuk pada periode kenormalan baru.

Professor Ignasius Dwi Atmana Sutapa dari Pusat Peneliti Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan, Indonesia harus berupaya mengamankan ketahanan air. Menurutnya saat ini Indonesia menjadi salah satu satu negara yang berisiko terjadi kelangkaan (water stress).

“Prediksi ini ada sebelum pandemi Covid-19 bahwa Asia Pasifik termasuk Indonesia diprediksi akan menghadapi water stress setidak-tidaknya hingga tahun 2040,” kata Ignasius dalam diskusi virtual LIPI, Kamis (23/7/20).

Menurut riset World Resources Institutes (WRI) dan Aqueduct, Indonesia masuk dalam kategori tinggi untuk permasalahan kelangkaan air, apabila tidak dilakukan upaya untuk ketahanan air. Indonesia juga masuk dalam lima besar konsumen air global dengan paling banyak digunakan untuk pertanian.

Indonesia, ujar Ignasius berada dalam kategori rentan bila tidak dilakukan upaya-upaya signifikan untuk mengamankannya.

Sementara itu, Kepala LIPI Laksana Tri Handoko mengatakan, secara khusus LIPI juga memiliki fokus riset untuk mendukung tiga aspek ketahanan tersebut. Bahkan untuk topik air dan pangan telah menjadi fokus riset sejak lama. “LIPI melakukan riset tentang pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan,” jelas Handoko.

Untuk riset pangan LIPI fokus pada penciptaan nilai tambah dari pangan lokal dari sumber daya alam darat maupun laut. Di riset bidang energi, LIPI fokus pada pengembangan energi berbasis sumber daya alam nabati, dan perkembangan teknologi dengan energi baru terbarukan seperti kendaraan listrik.

Lebih lanjut Ignasius mengungkapkan bahwa air, pangan dan energi merupakan kebutuhan fundamental yang harus terjamin ketersediaannya.

“Tanpa target pencapaian kemandirian di ketiga sektor tersebut, niscaya berbagai kendala akan muncul dan menganggu aktivitas kehidupan suatu negara,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif APCE-UNESCO.

Dirinya menjelaskan, pencapaian ketahanan air, pangan, dan energi merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional.

Dirinya menegaskan, ke depan, air bukan hanya menjadi resources tapi juga aset penting karena air berkaitan dengan pangan juga energi.

“Sumber daya air Indonesia melimpah, tetapi tidak merata. Sementara itu, iklim muson dapat menyebabkan banjir dan kekeringan. Sektor pertanian menggunakan hampir 90 persen air,” ujarnya.

Dirinya menerangkan, air merupakan inti dari hubungan ini. “Perannya sangat penting untuk ketahanan pangan dan ketahanan energi,” tegasnya.

“Pemerintah perlu memastikan ketersediaan dan manajemen air bersih, mengakhiri kelaparan, nutrisi yang lebih baik, pertanian berkelanjutan serta memastikan akses terhadap energi yang terjangkau,” tutupnya.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020