trubus.id
Gugus Tugas nasional Tegaskan Penggunaan Thermal Gun Dipastikan Aman

Gugus Tugas nasional Tegaskan Penggunaan Thermal Gun Dipastikan Aman

Astri Sofyanti - Selasa, 21 Jul 2020 08:38 WIB

Trubus.id -- Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 (Gugus Tugas Nasional) turut mengomentari alat Thermal Gun yang digunakan untuk mendeteksi suhu tubuh manusia. Alat tersebut belakangan dipersoalkan terkait informasi yang menyebutkan berdampak pada rusaknya struktur otak manusia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto menegaskan bahwa penggunaan thermal gun sebagai alat ukur suhu tubuh manusia dipastikan aman.

“Alat thermal gun aman digunakan,” Yuri dalam konferensi pers di Media Center, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin (20/7).

Secara ilmiah Yuri mengungkapkan, berbagai ahli sudah mengatakan bahwa thermal gun hanya mengukur suhu tubuh dengan pancaran radiasi sinar inframerah, yang setiap saat pasti akan dipantulkan oleh semua benda yang ada di sekitar.

“Hanya inframerah,” jelasnya.

Dalam hal ini, Yuri juga memastikan bahwa thermal gun tidak menggunakan sinar laser dan tidak menggunakan sinar radioaktif semacam, x-ray.

“Bukan menggunakan laser atau radioaktif sinar X,” lanjut Yuri.

Sebelumnya banyak masyarakat yang mempertanyakan informasi mengenai bahaya dan efek samping penggunaan thermal gun sebagai alat pengukur suhu tubuh, yang mana menurut sebuah sumber dapat merusak struktur otak manusia.

Berbagai referensi mengatakan, statement yang salah terkait thermal gun dapat merusak otak justru membahayakan semua orang dan dapat memicu kontraproduktif untuk mencegah agar penularan Covid-19 tidak terjadi.

Oleh sebab itu, Yuri yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI itu meminta agar masyarakat dapat menyikapi informasi itu dengan cara yang benar dan tidak terhasut dengan isu yang salah.

“Saudara-saudara, ikuti informasi ini dengan cara yang benar. Kesulitan ini tidak usah ditambah dengan berita-berita yang menyesatkan. Karena, ini akan membuat masyarakat semakin panik. Oleh karena itu, inilah yang harus kita jelaskan dan masyarakat agar, memakluminya,” tutup Yuri.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020