trubus.id
Studi: Rutin Konsumsi Ikan Cegah Kerusakan Otak Akibat Dampak Polusi Udara

Studi: Rutin Konsumsi Ikan Cegah Kerusakan Otak Akibat Dampak Polusi Udara

Syahroni - Jumat, 17 Jul 2020 14:00 WIB

Trubus.id -- Konsumsi ikan sudah lama dipercaya bisa menambah kesehatan manusia. Namun dalam sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Neurology, para ahli telah menemukan bukti lain bahwa makan ikan dapat membantu melindungi dari kerusakan otak yang terkait dengan polusi udara.

Penelitian mereka menunjukkan bahwa wanita yang lebih tua yang makan lebih dari dua porsi ikan per minggu, menjaga kadar asam lemak omega-3 yang menangkal efek polusi udara pada otak.

Temuan ini diterbitkan oleh American Academy of Neurology. Rekan penulis penelitian Dr. Ka He dari Universitas Columbia mencatat bahwa ikan adalah sumber asam lemak omega-3 yang sangat baik dan mudah ditambahkan ke dalam makanan.

“Asam lemak omega-3 telah terbukti memerangi peradangan dan mempertahankan struktur otak dalam penuaan otak. Mereka juga terbukti mengurangi kerusakan otak yang disebabkan oleh neurotoksin seperti timbal dan merkuri,” kata Dr. He.

"Jadi kami mengeksplorasi jika asam lemak omega-3 memiliki efek perlindungan terhadap neurotoxin lain, partikel halus yang ditemukan dalam polusi udara." tandasnya.

Penelitian ini difokuskan pada lebih dari 1.300 wanita dengan usia rata-rata 70 tahun yang tidak menderita demensia pada awal penelitian. Para peserta melaporkan diet, aktivitas fisik, dan riwayat medis mereka.

Tim menghitung rata-rata jumlah ikan mingguan yang dikonsumsi oleh masing-masing peserta, termasuk tuna, kerang, ikan panggang, dan ikan bakar. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan asam lemak omega-3 rusak oleh proses penggorengan, sehingga asupan ikan goreng diabaikan.

Para ahli memeriksa kadar asam lemak omega-3 dalam sel darah merah, dan menganalisis paparan polusi udara berdasarkan alamat rumah dari peserta penelitian.

Pemindaian otak mengungkapkan bahwa wanita yang memiliki kadar asam lemak omega-3 tertinggi dalam darah mereka memiliki volume materi putih yang lebih besar di otak. Di sisi lain, mereka yang memiliki kadar asam lemak omega-3 dalam darah terendah mengalami penyusutan otak.

Studi ini mengungkapkan bahwa untuk setiap peningkatan kuartil dalam polusi udara, volume materi putih otak rata-rata adalah 11,52 cm3 lebih kecil di antara orang-orang dengan kadar asam lemak omega-3 yang lebih rendah, namun hanya 0,12 cm3 lebih kecil di antara wanita dengan kadar omega-3 yang lebih tinggi.

"Temuan kami menunjukkan bahwa kadar asam lemak omega-3 yang lebih tinggi dalam darah dari konsumsi ikan dapat menjaga volume otak seiring bertambahnya usia wanita dan mungkin melindungi terhadap efek toksik potensial dari polusi udara," kata Dr. He.

“Penting untuk dicatat bahwa penelitian kami hanya menemukan hubungan antara volume otak dan makan ikan. Itu tidak membuktikan bahwa makan ikan menjaga volume otak. Dan karena studi terpisah telah menemukan beberapa spesies ikan mungkin mengandung racun lingkungan, penting untuk berbicara dengan dokter tentang jenis ikan apa yang harus dimakan sebelum menambahkan lebih banyak ikan ke dalam makanan Anda." urainya lagi. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020