trubus.id
Ekstrak Sidaguri, Seledri, dan Tempuyung Terbukti Ampuh Turunkan Kadar Asam Urat

Ekstrak Sidaguri, Seledri, dan Tempuyung Terbukti Ampuh Turunkan Kadar Asam Urat

Syahroni - Selasa, 14 Jul 2020 15:00 WIB

Trubus.id -- Sejak tahun 2003, beberapa ilmuan melakukan serangkaian penelitian untuk menemukan obat herbal yang mamppu mengatasi penyakit asam urat. Hasilnya, mereka menemukan formula ekstrak terstandar yang mempunyai khasiat sebagai anti gout yaitu menurunkan kadar asam urat dan anti inflamasi atau anti peradangan.

Peneliti sekaligus Dosen IPB University dari Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof Dyah Iswantini menjelaskan, formula itu didapat dari tanaman obat sidaguri, seledri dan tempuyung dengan mekanisme inhibisi terhadap enzim xantin oksidase (XO). Ia menjelaskan, Enzim ini merupakan enzim yang dapat mengkatalisis oksidasi xantin menjadi asam urat.  

Lebih lanjut Dyah mengatakan, formula yang berpotensi sebagai anti gout yang telah ditemukan pada penelitian sebelumnya mengandung bahan baku seledri dengan komposisi yang tinggi sehingga memungkinkan biaya produksi tinggi. Hal ini tentu kurang menguntungkan dalam upaya komersialisasi produk. Untuk mengatasi hal ini, perlu dilakukan reformulasi terhadap formula anti gout yang telah ada agar diperoleh formula anti gout baru dengan aktivitas yang tinggi namun biaya produksi yang bersaing.

"Upaya reformulasi ini telah dilakukan, hasil penelitian menunjukkan bahwa telah diperoleh formula baru dengan nilai ekonomi tinggi. Hal ini karena ekstrak penyusun formula terdiri dari ekstrak seledri yang mempunyai porsi yang sangat sedikit dan pelarut yang digunakan adalah air. Khasiat fomula baru ini sangat menjanjikan karena hampir sama dengan allopurinol sebagai kontrol positif. Khasiat ini tidak hanya sebagai penurun asam urat dalam darah tetapi juga berkhasiat sebagai anti inflamasi dan diuretik," jelas Prof Dyah dalam siaran persnya.

"Sidaguri merupakan tumbuhan liar yang perlu dibudidayakan, dan seledri merupakan tanaman yang sehari-hari digunakan sebagai sayuran. Sedangkan tempuyung termasuk tanaman yang digunakan sebagai sayur. Jadi semua tanaman penyusun obat herbal antigout atau penurun asam urat ini mudah ditemukan di sekitar kita. Simplisia ketiga tanaman tersebut juga mudah diperoleh di penyedia jamu dan di supplier-supplier bahan jamu di Indonesia," ujarnya lagi.

Prof Dyah menjelaskan, target dari penelitian dua tahun ke depan adalah dapat dihasilkan produk obat herbal terstandar antigout atau penurun asam urat  yang telah didaftarkan ke BPOM dan siap dikomersialkan. Saat ini sedang dilakukan penelitian untuk mencapai target komersialisasi bekerjasama dengan  PT BLST dan PT Biolife Indonesia.

Prof Dyah berharap setelah dihasilkan produk komersial anti gout yang terdiri dari ekstrak pegagan, kumis kucing dan tempuyung nanti maka penderita gout atau asam urat di Indonesia dapat mengkonsumsi obat herbal Indonesia anti gout ini. Hal ini merupakan partisipasi masyarakat Indonesia dalam mensukseskan program pemerintah yaitu Saintifikasi Jamu (pembuktian ilmiah jamu melalui penelitian berbasis pelayanan kesehatan) yang telah dicanangkan sejak 2010 yang fokus penyakitnya adalah: Hipertensi, hyperuricemia (kandungan asam urat dalam darah tinggi), hiperglikemia (kandungan gula darah tinggi)  dan hiperkolesteromia (kandungan kolesterol tinggi dalam darah). [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

07 Agu 2020
04 Agu 2020
03 Agu 2020