trubus.id
DPR Minta Kementan Fokus Temukan Vaksin Flu Babi daripada  Antivirus Corona

DPR Minta Kementan Fokus Temukan Vaksin Flu Babi daripada Antivirus Corona

Binsar Marulitua - Rabu, 08 Jul 2020 13:00 WIB

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) sedang meriset vaksin flu babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) yang masuk ke wilayah Indonesia.

Pengembangan vaksin diperlukan untuk melindungi usaha ternak babi yang menjadi mata pencaharian peternak di daerah produksi.

"Tahapan penelitian sudah mengalami perkembangan dan menuju ke arah temuan vaksin ASF," jelas Kepala Balai Besar Veteriner, Kementan, Indi Dharmayanti saat  rapat kerja bersama Komisi IV DPR-RI, Selasa 7 Juli 2020. 

Baca Lainnya : Ini Penjelasan Kementan Terkait Ancaman Flu Babi di China

Ketua Komisi IV DPR, Sudin, mengatakan, Kementan lebih baik fokus dengan pengembangan vaksin flu babi Afrika tersebut, daripada  sibuk mengembangkan antivirus corona dari bahan eucalyptus, meskipun masyarakat Indonesia bukan mayoritas pengonsumsi daging babi.

Hanya saja, di beberapa daerah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) terdapat masyarakat yang gemar mengonsumsi babi. 

Adanya flu babi Afrika yang merebak dan masuk ke Indonesia tentunya menimbulkan kekhawatiran.

"Pak Menteri minta tolong kepada tim turun ke lapangan untuk turun ke lapangan mengecek dan mengambil sampel kemudian mencari jalan keluarnya. Jangan ditunda-tunda lagi, segera dicek bagaimana penanganannya, yang saya tau vaksinnya belum ada," ucapnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan dirinya akan langsung menerjunkan tim ke NTT guna menindaklanjuti adanya flu babi Afrika di wilayah tersebut. "Satu minggu, saya janji untuk turun ke sana insyallah," ucapnya.

Syahrul menuturkan, pihak juga butuh dukungan guna menyelesaikan masalah terkait flu babi.

Sebelumnya,  Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan menjelaskan bahwa virus demam babi Afrika atau African swine fever (ASF) yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan virus flu babi (swine flu).  

"Kasus penyakit pada babi yang ada di Indonesia pada saat ini adalah ASF dan bukan flu babi," kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita. 

Baca Lainnya : Flu Babi G4 yang Muncul di China Bisa Picu Pandemi Baru

Pihaknya pun telah mengeluarkan Surat Edaran Badan Karantina Pertanian Nomor B 3662-KR110/K.2/03.2020 pada 10 Maret 2020 tentang Mitigasi Risiko virus ASF, classical swine fever (CSF) dan swine flu (influenza A).

Dengan instruksi ini, setiap unit pelaksana teknis (UPT) di lingkup Badan Karantina Pertanian memonitor influenza A pada babi yang lalu lalang di seluruh Indonesia.

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020