trubus.id
Polusi Membuat Aroma Bunga Pudar Sehingga Mengganggu Lebah yang Bantu Penyerbukan

Polusi Membuat Aroma Bunga Pudar Sehingga Mengganggu Lebah yang Bantu Penyerbukan

Syahroni - Senin, 06 Jul 2020 14:00 WIB

Trubus.id -- Sebuah studi baru telah menemukan bahwa polutan tertentu seperti asap diesel dapat merusak aroma bunga, membuat aroma mereka kurang kuat dan lebih sulit untuk dideteksi dari jauh.

Efek ini juga bisa menyulitkan lebah untuk mendeteksi di mana bunga berada dan bisa lebih jauh lagi mengurangi jumlah populasinya. Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti dari University of Reading dan dipimpin oleh Robbie Girling.

Girling telah meneliti efek asap diesel pada aroma bunga selama beberapa waktu, dan sebuah studi sebelumnya mengkonfirmasi bahwa lima senyawa tunggal dalam bau bunga dapat diubah oleh polusi.

Jika Anda memperhatikan bahwa bunga tidak berbau seperti pada musim semi, mungkin karena polusi seperti nitrogen oksida dari mobil diesel mengganggu susunan kimiawi aroma unik bunga.

Lavender, bakung, mawar, snapdragon, dan lili semuanya dilaporkan terkena polusi.

Dalam sebuah artikel untuk Daily Scientists, Marta Zaraska menjelaskan bagaimana bunga "berbicara" satu sama lain dengan aroma mereka.

"Jika Anda berjalan-jalan di hutan dan mengambil napas dalam-dalam, Anda bisa mencium 'kata-kata' - bahan kimia yang mudah menguap seperti beta-pinene, yang berbau segar dan pinus," tulis Zaraska. “Tanaman menghasilkan ribuan ini, menggabungkannya untuk membuat 'kalimat'."

Aroma dan kalimat membantu lebah menemukan di mana mereka dapat mengumpulkan serbuk sari dan memakan nektar.

Peningkatan emisi diesel mengganggu proses bahasa alami ini di pabrik dan aroma, pada gilirannya, tumbuh lebih lemah. Girling menunjukkan bahwa polusi membuat lebah sulit menemukan bunga ketika tingkat polusi mencapai puncaknya.

"Saya telah berbicara dengan peternak lebah amatir di masa lalu yang bersikeras pada jam sibuk mereka tidak bisa mencium bunga di taman mereka," kata Girling.

Penelitian berkelanjutan oleh Girling dan rekan-rekannya dapat menjelaskan sebagian alasan mengapa koloni lebah menghadapi penurunan tajam. Hasilnya juga menggambarkan alasan lain untuk mengurangi polusi dan emisi perkotaan. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

07 Agu 2020
04 Agu 2020
03 Agu 2020