trubus.id
Bayi Orangutan Pancaran jadi Penghuni Baru Suaka Margasatwa Lamandau

Bayi Orangutan Pancaran jadi Penghuni Baru Suaka Margasatwa Lamandau

Binsar Marulitua - Sabtu, 04 Jul 2020 09:36 WIB

Trubus.id -- Bayi orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) jantan bernama pancaran menjadi penghuni baru Suaka Margasatwa Lamandau, Kalimantan Tengah. Pancaran merupakan anak pertama Pauline dan Carlos merupakan orangutan pertama yang lahir di tahun ini di SM Lamandau.

"Individu orangutan ini berjenis kelamin jantan dan diberi nama Pancaran oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya," jelas Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BKSDA Kalimantan Tengah, Handi Nasoka, Rabu (29/4/2020). 

Handi menerangkan Pauline merupakan orangutan yang lahir di Camp Siswoyo pada tahun 2007 dari induknya yang bernama Paula. Pauline mulai sering terlihat di sekitar Camp Gemini setahun belakangan ini. 

Baca Lainnya : 20 Persen dari 5,5 Juta Serangga Teridentifikasi di Dunia saat Peneliti Ramalkan Kepunahan

Sedangkan pejantannya, Carlos merupakan orangutan liar yang hidup di SM Lamandau dan sering datang ke area Camp Gemini sejak tahun 2019", terang Handi.

Hanndi melanjutkan kelahiran satu individu orangutan tersebut merupakan bukti bahwa SM Lamandau mampu mendukung kehidupan orangutan di habitat alaminya.

Hal ini juga menjadi pertanda bahwa perlindungan kawasan SM Lamandau sangat baik, sehingga menjadi habitat yang nyaman untuk orangutan dan satwa liar lainnya.

Baca Lainnya : Hespridin pada Kulit Jeruk Bisa Tangkal Corona, Begini Cara Sajinya

Namun Handi menerangkan kembali, bahwa kelahiran orangutan Pancaran bukanlah satu-satunya kabar baik yang datang dari SM Lamandau yang juga sebagai salah satu lokasi pelepasliaran orangutan di Kalimantan Tengah. 

Saat ini, terpantau 4 (empat) individu orangutan betina dewasa liar yang sedang hamil, terdiri dari orangutan Labety dan Suwita di area Camp Rasak serta orangutan Queen dan Betli diarea Camp Buluh.

"Pada kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir ini sebanyak 15 (lima belas) individu orangutan lahir di SM Lamandau, terdiri dari 2 (dua) individu di Camp Rasak, 5 (lima) individu di Camp Gemini, 2 (dua) individu di Camp JL, 2 (dua) individu di Camp Buluh dan 4 (empat) individu di Camp Siswoyo", jelas Handi.

Lebih lanjut, Handi memberikan data sejak tahun 2019 terdapat 66 (enam puluh enam) individu orangutan yang terpantau di seluruh area camp, terdiri dari 39 (tiga puluh sembilan) orangutan reintroduksi, 11 (sebelas) individu orangutan program soft-release (telah dilepasliarkan satu individu), 4 (empat) individu orangutan yang sering datang di sekitar camp ada, dan 12 (dua belas) individu orangutan liar.

BKSDA Kalimantan Tengah bersama dengan OF-UK Indonesia akan selalu mengawasi dan memperhatikan kesehatan orangutan yang ada di SM Lamandau, terutama orangutan yang terpantau hamil. Hal ini dilakukan agar orangutan selalu terjaga kesehatannya sehingga dapat melahirkan anak yang sehat.

"Kelahiran orangutan dan perkembangbiakan yang bagus menandakan bahwa SM Lamandau merupakan kawasan konservasi yang mempunyai daya dukung yang baik untuk mendukung hidupan liar orangutan dan satwa lainnya dihabitat aslinya,"pungkasnya.

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020