trubus.id
Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional Masih Lemah, Mendag Agus: Kita Lakukan Pendekatan Persuasif

Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional Masih Lemah, Mendag Agus: Kita Lakukan Pendekatan Persuasif

Astri Sofyanti - Jumat, 03 Jul 2020 08:00 WIB

Trubus.id -- Penerapan protokol kesehatan ketat dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Di segala kesempatan pemerintah selalu menggaungkan agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan jika terpaksa beraktivitas di luar.

Hanya saja, penerapan protokol kesehatan di sejumlah pasar tradisional masih lemah. Banyak pedagang belum disiplin menjaga jarak (physical distancing) ataupun menggunakan masker.

Lemahnya penerapan protokol kesehatan di pasar tradisional juga dibenarkan oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan akan melakukan sosialisasi kepada para pedagang untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran virus corona.

“Berkaitan dengan pasar, memang kita akan sosialisasikan penerapan protokol kesehatan. Walaupun beberapa masih lemah penerapannya,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto saat meresmikan Pasar Gantan di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (2/7/20).

Dirinya mengaku akan terus mensosialisasikan pentingnya disiplin protokol kesehatan di pasar tradisional. Dikatakan Agus sosialisasi ini akan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan tidak bisa dipaksakan.

“Sosialisasi ini kan untuk menyadarkan. Kita tidak bisa memaksa harus demikian. Kita perlu pendekatan persuasif karena mereka juga melihat penjualannya menurun. Ini kepedulian kita untuk memberikan arahan berapa pentingnya menggunakan masker dan mencuci tangan,” tambah Agus.

Mengingat penerapan protokol kesehatan bertujuan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat itu sendiri, khususnya masyarakat yang berdagang di pasar rakyat maupun konsumen. Namun, karena banyak pedagang yang merugi maka penerapan protokol kesehatan bagi pedagang dan konsumen harus menggunakan strategi khusus.

Agus berharap dengan cara tersebut baik pedagang dan konsumen akan mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan di pasar.

“Ini yang harus kita sosialisasikan. Karena kalau kita jelas (sosialisasinya) mereka akan menerima. Jadi itulah bentuk dari strategi kita menguatkan bagaimana protokol kesehatan di pasar,” katanya.

Terkait jumlah pasar yang tutup selama pandemi Covid-19, Mendag mengaku tidak mencapai ribuan. Dirinya mengatakan bahwa tidak ada pasar yang tutup dalam kurun waktu yang lama.

“Tidak sampai (1.000 pasar). Karena kan ada yang tutup terus buka lagi, jadi tidak berbarengan,” tuturnya.

Agus menekankan, penutupan pasar sementara dilakukan jika ada pedagang ataupun konsumen yang positif Covid-19. Setelah pasien positif mendapatkan perawatan intensif, pasar tersebut akan dibuka kembali.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020