trubus.id
Luncurkan E-Jaring, KKP Targetkan 40.000 Masyarakat Kelautan dan Perikanan Terima Pelatihan di 2020

Luncurkan E-Jaring, KKP Targetkan 40.000 Masyarakat Kelautan dan Perikanan Terima Pelatihan di 2020

Binsar Marulitua - Rabu, 01 Jul 2020 07:00 WIB

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan pelatihan digital bagi masyarakat kelautan dan perikanan melalui platform ‘e-Jaring’. 
Melalui platform e-Jaring, KKP menargetkan pelatihan teknis yang semula 10.000 orang meningkat menjadi 40.000 orang  di tahun 2020.

"KKP menargetkan pelatihan teknis yang semula 10.000 orang meningkat menjadi 40.000 orang masyarakat kelautan dan perikanan di tahun 2020," jelas Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam Peluncuran e-Jaring yang dilakukan secara virtual, Selasa (30/6/2020). 

Sjarief mengatakan  e-Jaring berbeda dengan platform pembelajaran digital pada umumnya. E-Jaring mengusung konsep learning by doing berbasis keterampilan teknis, sehingga tak sekadar menonton, peserta juga dapat melakukan praktik dan berinteraksi langsung dengan para pelatih. 

“Penyampaian materi disampaikan dengan metode ceramah, praktek, simulasi, dan demonstrasi,” imbuhnya.  

Baca Lainnya : KKP Kirim Ahli Pelajari Akuakultur Lepas Pantai Norwegia

Peserta juga dapat mengakses beragam materi dan modul pembelajaran tersistem yang telah disiapkan. Materi yang ditawarkan sangat beragam. Mulai dari pelatihan budidaya perikanan, penangkapan ikan, permesinan perikanan, pengolahan hasil perikanan, konservasi, pergaraman, dan manajemen. Materi ini akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat,” tutur Sjarief. 

Di akhir pelatihan, peserta akan diberikan sertifikat sebagai tanda peserta telah mendalami dan terampil mengerjakan topik yang dipelajari. 

Sebagai pengenalan terhadap pelatihan online ini, KKP telah melaksanakan 17 pelatihan open training selama Juni 2020. Beberapa di antaranya pelatihan pengolahan hakau, amplang, burger tuna rumput laut, pelatihan pembuatan probiotik, perawatan mesin tempel, dan pergaraman. Pelatihan ini pun disambut antusias oleh masyarakat. 

“Tiap pelatihan diikuti oleh antara 500-4.600 orang sehingga jumlah masyarakat kelautan dan perikanan yang telah mengikuti pelatihan selama bulan ini mencapai 12.000 orang. Bahkan, beberapa kelompok telah menerapkan hasil pelatihannya ke dalam unit usaha yang dijalankan,” imbuh Sjarief. 

Baca Lainnya : Menteri Edhy Sebut Potensi Perikanan Budidaya Baru 10 Persen Tergarap

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikana, Edhy Prabowo mengatakan, E-Jaring merupakan hasil kolaborasi antara Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) dengan Pusat Data, Statistik, dan Informasi (Pusdatin) KKP. E-Jaring akan menjadi platform pembelajaran digital yang dapat digunakan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. 

Di era revolusi industri 4.0 yang menuntut konektivitas di segala hal, dunia digital dan kemajuan teknologi berpengaruh sangat besar terhadap perekonomian dan kualitas kehidupan manusia. Namun, untuk dapat menghadapi revolusi industri 4.0 ini, SDM harus memiliki keterampilan yang memadai, kemampuan untuk beradaptasi, dan kemampuan mencegah masalah keamanan teknologi. 

“Saat ini, kita menghadapi ancaman banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan akibat otomatisasi atau penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Untuk itu, kita harus membangun SDM kita agar tidak kalah saing,” ujar Menteri Edhy.

Oleh karena itu, Menteri Edhy menilai perlu ada kombinasi antara revolusi 4.0 dengan konsep Society 5.0 atau Masyarakat 5.0, yang berfokus pada pembangunan manusia (human centered).

 Pada konsep Society 5.0 ini, modal bukan lagi menjadi hal utama, melainkan data yang dapat menghubungkan dan menggerakkan segalanya. Data juga dapat membantu mengisi kesenjangan antara yang kaya dan yang kurang beruntung. 

Baca Lainnya : Simak Pedoman Persyaratan Budidaya Lobster Terbaru dari KKP

Pemanfaatan perkembangan teknologi untuk pembangunan SDM ini juga diterapkan di sektor kelautan dan perikanan, misalnya melalui penyediaan platform e-Jaring. Melalui e-Jaring, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan pelatihan yang dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja, dan dari mana saja. 

“Kehadiran e-Jaring ini juga merupakan bentuk penyesuaian kita terhadap adanya wabah Covid-19. Jika sebelumnya pelatihan dilakukan dengan sistem klasikal atau tatap muka, sekarang bergeser pada pelatihan daring. Model pelatihan seperti ini juga terbukti dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, cepat, murah, dan efisien,” beber Menteri Edhy.

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020