trubus.id
Flu Babi G4 yang Muncul di China Bisa Picu Pandemi Baru

Flu Babi G4 yang Muncul di China Bisa Picu Pandemi Baru

Astri Sofyanti - Selasa, 30 Jun 2020 15:20 WIB

Trubus.id -- Para ilmuwan China menemukan virus flu babi yang mampu memicu pandemi baru. Temuan terbaru para ilmuwan China ini diterbitkan di Jurnal Sain AS, PNAS, baru-baru ini.

Virus tersebut dinami G4. Virus ini merupaan turunan dari flu babi H1N1. Sebelumnya strain virus H1N1 telah menyebabkan pandemi pada 2009. Para peneliti mengungkapkan virus ini sangat unik, karena gabungan dari beberapa virus sekaligus.

“Virus ini memiliki semua syarat penting untuk bermutasi dan menginfeksi manusia,” kata para penulis yang terdiri dari ilmuwan di sejumlah universitas China serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, seperti dikutip dari AFP, Selasa (30/6/20).

Berdasarkan penelitian tersebut, virus G4 ini sangat menular. Virus tersebut bahkan mampu bereplikasi dalam sel manusia yang berisiko menimbulkan gejala lebih serius pada ferret daripada virus jenis lain.

Para peneliti kemudian melakukan berbagai percobaan termasuk pada ferret, sejenis musang yang banyak digunakan dalam studi flu. Ferret dipakai lantaran memiliki gejala flu yang mirip manusisa, seperti demam, batuk, dan bersin.

Mengingat virus ini sangat menular, para peneliti mendesak berbagai pihak terkait untuk memantau orang-orang yang bekerja di peternakan babi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan 10,4 persen orang yang bekerja di peternakan babi bahkan sudah terinfeksi flu tersebut.

“Sangat mengkhawatirkan bahwa infeksi virus G4 pada manusia akan meningkatkan adaptasi manusia dan meningkatkan risiko pandemi pada manusia,” jelas para peneliti.

4,4 persen dari populasi secara umum juga sudah terpapar virus ini. Tapi, belum ada bukti virus ini menular antar manusia. Penularan antar manusia-lah yang menjadi kekhawatiran utama para peneliti. China saat ini memiliki populasi babi terbesar di dunia.

Merespon hal tersebut, Robert Webster seorang peneliti influenza mengungkapkan, saat ini masih menjadi tanda tanya apakah virus ini akan bermutasi dan siap bertransmisi antar manusia.

“Kita tak akan tahu kapan pandemi akan muncul, hingga ia tiba,” tuturnya.

Sementara itu, Edward Holmes, ahli biologi evolusi di Universitas Sydney yang mempelajari patogen juga khawatir terjadi penularan antar manusia. “Jelas situasi ini perlu dipantau dengan sangat cermat,” ungkapnya.

Para peneliti dari berbagai universitas di China telah mengambil 30.000 sampel swab. Liu Jinhua dari Universitas Agrikultur China memimpin tim yang akan memperkirakan strain flu yang berpotensi menjadi pandemi.

Sampel swab itu diambil dari rumah pemotongan babi di 10 provinsi di China sejak 2011 sampai 2018, seperti disebutkan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal sains AS, PNAS. Dari 30.000 sampel swab itu, dihasilkan 179 virus flu babi yang sebagian besar merupakan jenis G4.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

02 Juli 2020
01 Juli 2020
01 Juli 2020