trubus.id
18 Pembalak Liar Diringkus dalam 2 Hari Operasi Gabungan di Menpawah  Kalbar

18 Pembalak Liar Diringkus dalam 2 Hari Operasi Gabungan di Menpawah Kalbar

Binsar Marulitua - Selasa, 30 Jun 2020 13:00 WIB

Trubus.id -- Direktorat Jenderal Penegakkan (Gakkum) Kementeriaan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menangkap total 18 orang pelaku pembalakan liar selama 2 hari operasi gabungan pemberantasan pembalakan liar di Pontianak, Kalimantan Barat  terhitung semenjak tanggal 24-25 Juni 2020. 

Tim gabungan terdiri atas SPORC (Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat) Brigade Bekantan Seksi Wilayah 3 Pontianak Balai Gakkum LHK Kalimantan bersama Korem 121/Abw, Kodim 1201/Mph, Polres Mempawah, Dinas LHK Provinsi Kalimantan Barat, KPH Mempawah dan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak

10 orang pelaku pembalakan liar pada operasi gabungan pemberantasan pembalakan liar di dalam Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Tanjungpura tanggal 24 Juni 2020.  Selanjutnya pada 25 Juni 2020, 8 orang pembalak liar lainnya  di HPT Sungai Peniti Besar – Sungai Temila, Kabupaten Mempawah . 

Baca Lainnya : KLHK Tidak Gunakan Metode GFW untuk Umumkan Penurunan Deforestasi Indonesia

Keberhasilan tim gabungan menangkap 18 orang pelaku pembalakan liar ini diapresiasi oleh Subhan, Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan. 

"Keberhasilan ini merupakan hasil optimal dari rapat koordinasi dengan berbagai pihak tersebut untuk menindaklanjuti informasi dari pengelola KHDTK Universitas Tanjungpura terkait maraknya kegiatan pembalakan liar di dalam KHDTK dan pengolahan kayu hasil pembalakan liar yang ditampung di sawmill-sawmill liar yang berada di sekitar kawasan hutan," ujar Subhan di Pontianak, (29/6/2020). 

Subhan pun menyatakan bahwa, “Barang bukti berupa 3 unit chainsaw berbagai merk beserta sampel tunggul tebangan dan potongan kayu olahan jenis Rimba Campuran. Kedelapan orang pelaku dan barang bukti sedang diproses lebih lanjut oleh penyidik kami. Saat ini sudah 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni  HS (39), HM (43), dan SR (30).”

Ketiga orang tersangka rencananya akan ditahan di Rutan Polda Kalbar sedangkan barang bukti 3 unit chainsaw dan penyisihan tunggul pohon dan potongan kayu olahan diamankan di Markas SPORC Brigade Bekantan Seksi Wilayah 3 Pontianak.

Baca Lainnya : Deforestasi Netto 2018-2019 Capai 462,4 Ribu Hektare, KLHK Sebut Rendah dan Stabil

Penyidik Balai Gakkum LHK Kalimantan  menjerat tersangka dengan Pasal 83 Ayat (1) huruf a dan atau huruf b Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dan atau Pasal 84 Ayat (1) dan atau Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Penyidik Balai Gakkum LHK saat ini masih terus mendalami aktor intelektual (pemodal) dan mencari pelaku lainnya yang terlibat kegiatan pembalakan liar di dalam kawasan KHDTK Universitas Tanjungpura dan HPT. Sungai Peniti Besar–Sungai Temila. Dalam  penanganan perkara ini, Balai Gakkum LHK tetap memperhatikan situasi Pandemi COVID-19 dengan menerapkan physical distancing, menggunakan APD serta mematuhi protokol pencegahan COVID-19 lainnya

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

23 Sep 2020
07 Sep 2020
31 Agu 2020