trubus.id
Warna Daun yang Dibuat Lebih Lembut, Hasilkan Kedelai yang Lebih Banyak

Warna Daun yang Dibuat Lebih Lembut, Hasilkan Kedelai yang Lebih Banyak

Syahroni - Minggu, 28 Jun 2020 15:00 WIB

Trubus.id -- Permintaan pangan global menjadi perhatian utama bagi banyak peneliti, petani, dan pemerintah di berbagai negara. Hal ini menjadi sangat penting karena populasi global saat ini sudah mendekati 7,6 miliar dan diperkirakan pada tahun 2050, jumlah itu dapat meningkat menjadi 9,7 miliar.

Seiring dengan pertambahan populasi, permintaan global akan makanan sudah menjadi masalah di beberapa negara yang memiliki sumber daya terbatas dan mengalami musim kemarau, dan kekeringan yang berkepanjangan.

Pada tahun 2050, bersama dengan populasi hampir 10 miliar, permintaan makanan diproyeksikan meningkat di mana saja antara 50 dan 90 persen, menurut sebuah penelitian.

Perubahan iklim hanya akan semakin memperumit masalah, karena kenaikan suhu dan peristiwa cuaca ekstrem akan membuat kekurangan di lahan yang cocok untuk pertanian dan dapat mempengaruhi panen dan tanaman.

Para peneliti sedang bekerja keras untuk menciptakan tanaman keras yang dapat bertahan dalam kondisi yang keras dan meningkatkan hasil untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.

Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Plant Physiology, para peneliti mampu mengurangi kandungan klorofil dalam daun kedelai, meringankan warna mereka dan meningkatkan pertumbuhan dan hasil keseluruhan.

Mengurangi kandungan klorofil hingga 20 persen menghasilkan tanaman kedelai menghemat sembilan persen dari penggunaan nitrogennya tetapi tidak menghambat fotosintesis. Nitrogen tambahan dapat, pada waktunya, menghasilkan peningkatan kedelai.

Para peneliti meninjau pengukuran lapangan hampir 70 varietas tanaman kedelai dengan menggunakan model tanaman kedelai yang dikembangkan oleh Darren Drewry dari NASA Jet Propulsion Laboratory.

Drewery adalah rekan penulis studi ini, dan para peneliti dipimpin oleh Donald Ort dari University of Illinois dan Berkley Walker dari University of Düsseldorf.

Model tersebut memungkinkan tim untuk bereksperimen dengan variasi yang berbeda dalam jumlah klorofil dan efeknya pada fotosintesis.

"Studi kami menunjukkan bahwa ladang kedelai dapat mengurangi klorofil dengan tetap mempertahankan tingkat fotosintesis yang tinggi," kata Drewry.

Studi ini adalah satu lagi dalam penelitian penting yang dilakukan untuk menciptakan tanaman yang suatu hari nanti bisa mengatasi kekurangan pangan global. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020