trubus.id
Suhu Naik 1 Derajat Celcius, Panen Kopi Robusta Petani Bisa Turun Hingga 14 Persen

Suhu Naik 1 Derajat Celcius, Panen Kopi Robusta Petani Bisa Turun Hingga 14 Persen

Syahroni - Kamis, 25 Jun 2020 07:00 WIB

Trubus.id -- Dalam sebuah studi baru dari Pusat Internasional untuk Pertanian Tropis, para ahli telah menemukan bahwa kisaran suhu optimal untuk produksi kopi robusta jauh lebih rendah daripada yang diperkirakan sebelumnya. Menurut para peneliti, toleransi panas tanaman yang menghasilkan kopi robusta secara konsisten terlalu tinggi.

Studi ini mengungkapkan bahwa hanya sedikit peningkatan suhu di luar kisaran optimal untuk tanaman kopi robusta, dapat menyebabkan hasil produksi anjlok. Temuan ini menunjukkan bahwa di masa depan mungkin sulit bagi industri kopi untuk meningkatkan produktivitasnya.

Baca Lainnya : Dinaungi Macadamia, Tanaman Kopi Tetap Produktif Meski Terjadi Peningkatan Suhu Global

Para peneliti menganalisis pengamatan hasil selama 10 tahun di antara hampir 800 areal pertanian kopi di Asia Tenggara. Analisis menunjukkan bahwa kisaran suhu optimal untuk tanaman kopi robusta adalah 20,5 derajat Celisius, yang jauh lebih rendah dari yang diharapkan. Para peneliti juga menentukan bahwa untuk setiap kenaikan satu derajat di atas kisaran optimal, hasil panen turun 14 persen.

"Hasil kami menunjukkan bahwa kopi robusta jauh lebih sensitif terhadap suhu daripada yang diperkirakan sebelumnya," tulis penulis penelitian. "Potensi produksinya dapat turun secara signifikan ketika suhu meningkat di bawah perubahan iklim, membahayakan industri kopi bernilai miliaran dolar dan mata pencaharian jutaan petani."

Penelitian ini dilakukan di lahan pertanian di Vietnam dan Indonesia, yang memasok sekitar setengah dari biji robusta dunia. Hasil berbeda dari perkiraan saat ini yang didasarkan pada eksplorasi di Afrika Tengah.

Baca Lainnya : Studi: Mikrobioma Inti Tanaman Kopi Lebih Konsisten Terhadap Kondisi Lingkungan

“Ini harus membuat kita menilai kembali kelayakan beberapa opsi kita saat ini, seperti beralih dari kopi arabika ke kopi robusta ketika iklim menghangat untuk mengadaptasi produksi dengan perubahan iklim,” kata Jarrod Kath, penulis utama studi yang dipublikasikan dalam jurnal Global Change Biology ini.

Kopi Arabika, yang memiliki rasa yang lebih disukai, bahkan lebih sensitif terhadap suhu daripada robusta. Petani kopi di sekitar daerah tropis telah mengganti pohon arabika mereka dengan pohon robusta, dan petani arabika telah mencari lokasi yang lebih baik untuk mempertahankan produksi kopi mereka.

"Perubahan curah hujan telah lama menjadi perhatian industri kopi," kata rekan penulis studi Laurent Bossolasco. "Sekarang jelas bahwa kita perlu lebih banyak analisis mendalam tentang variasi suhu di wilayah pertanian kopi robusta." urainya lagi. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020