trubus.id
Dosen UGM Ciptakan Aplikasi RiTx Bertani, Ekosistem Pertanian Berbasis Teknologi yang Menguntungkan Petani

Dosen UGM Ciptakan Aplikasi RiTx Bertani, Ekosistem Pertanian Berbasis Teknologi yang Menguntungkan Petani

Astri Sofyanti - Senin, 22 Jun 2020 17:31 WIB

Trubus.id -- Pertanian modern berbasis teknologi pertanian ini semakin dilirik oleh petani baik di dunia maupun Indonesia. Pengelolaan pertanian modern menjadi semakin tren karena dinilai lebih efisien serta produktifitas hasil panennya juga lebih banyak. Pasalnya di sektor pertanian produktivitas hasil panen yang lebih banyak maka dianggap maju.

Konsep pertanian modern tidak hanya membahas usaha untuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat dan pemuliaan spesies pertanian, tapi juga ke arah optimalisasi usaha pertanian yang menghasilkan produk pangan yang berkualitas. Pertanian berbasis teknologi (smart farming) makin terbuka lebar bagi petani, terutama bagi para petani milenial.

Melihat potensinya yang luar biasa, Founder PT MSMB, Bayu Dwi Apri Nugroho berpikir untuk membuat teknologi pertanian berbasis internet of things (loT), untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan mengaplikasikan pertanian presisi yang efisien dan menguntungkan, melalui aplikasi RiTx Bertani.

“RiTx bertani merupakan brand dari salah satu produk MSMB yang berfokus pada teknologi pertanian untuk pertanian cerdas dalam mendukung era revolusi industri 4.0,” kata Bayu yang juga seorang dosen Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gajah Mada, dalam webinar yang mengusung tema Smart Farming, Selasa (22/6/20).

MSMB Indonesia menciptakan teknologi RiTx Bertani Apps untuk membantu petani menentukan pengelolaan lahannya. Berbasis hardware dan software, MSMB bekerjasama Kementerian/lembaga untuk mendorong smart farming di berbagai wilayah Indonesia.

Diakuinya, teknologi smart farming diharapkan bisa dirasakan manfaatnya oleh para petani, khususnya dalam hal meningkatkan produksi dan efisiensi biaya produksi.

Cara Kerja Aplikasi RiTx Bertani

Bayu mengungkapkan cara RiTx bertani apps, pertama melakukan pemetaan menggunakan drone surveillance; ke dua, farm monitoring sistem; ketiga, penyemprotan pupuk dan pestisida dengan drone sprayer (drone sprayer memiliki kapasitas tangka air 20 ml dan mampu terbang selama 10 menit untuk satu hektare lahan.

Kemudian, RiTx Bertani Apps juga menyediakan sensor canggih berupa sensor tanah dan cuaca yang dapat mendeteksi suhu, kelembapan tanah, tingkat keasaman tanah (pH), hingga curah hujan. Sensor akan mengirimkan data terkini di lokasi pertanian melalui aplikasi RiTx bertani yang dapat diakses melalui smartphone.

“Dengan RiTx Bertani apps, setelah sensor terpasang, petani jadi tahu bagaimana kondisi tanah dan cuaca di tempatnya,” ucap Bayu.

Selain itu, RiTx Bertani juga mampu menganalisa kebiasaan petani dalam mengelola lahannya (Good Articulture Practice). Data pengelolaan ini dapat dibagikan untuk petani lainnya melalui forum yang tersedia dalam aplikasi. Tak hanya itu, RiTx menyediakan forum diskusi yang dimoderatori oleh ahlinya. Sehingga, petani dapat berkonsultasi mengenai efisiensi sistem bertani bersama para petani lainnya.

Uniknya RiTx Bertani Apps ini juga bisa memonitoring kondisi tanah dan cuaca terkini. Bayu menjelaskan dalam melakukan smart farming, prediksi cuaca yan akurat menjadi sangat penting, karena untuk menentukan jadwal tanam, mengatur kebutuhan air, menentukan komoditas terbaik yang nantinya akan dibudidayakan.

Selanjutnya, pentingnya mengetahui kondisi tanah dilakukan untuk menentukan teknik budidaya yang tepat dan untuk mengontrol penggunaan saprodi atau saprotan.

Terkait prediksi cuaca, Bayu menerangkan bahwa RiTx Bertani Apps juga memiliki fitur peringatan dini cuaca. Peringatan dini cuaca akan memberikan notifikasi kondisi terkini terkait tanah dan cuaca. “Dari peringatan dini ini akan muncul rekomendasi tentang apa yang harus petani lakukan untuk meminimalisir risiko,” ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa aplikasi ini juga memberikan informasi yang real time. Aplikasi akan mengupdate data setiap 5 menit sekali.

Fitur selanjutnya adalah sensor debit air. Sensor ini bekerja untuk menyimpan cadangan energi, melakukan control box sebagai penerima data, water level sensor untuk mendeteksi ketinggian air, serta flow sensor untuk mendeteksi arus air. Data yang tersimpan ini akan digunakan untuk membuat SOP penanaman di periode selanjutnya. Data sensor debit air ini akan diperbarui per lima menit sekali, melalui grafik debit air real time.

“Dengan RiTx bertani Apps, petani mampu menghemat pupuk hingga 50 persen dan peningkatan produktivitas bisa meningkat hingga 30 persen,” tutup Bayu.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020