trubus.id
Begini Gambaran Iklim Paling Sempurna untuk Menumbuhkan Tanaman

Begini Gambaran Iklim Paling Sempurna untuk Menumbuhkan Tanaman

Syahroni - Senin, 22 Jun 2020 19:00 WIB

Trubus.id -- Tumbuhan mengandalkan air, sinar matahari, dan nutrisi untuk bertahan hidup. Nutrisi dan air diserap melalui akar dan dalam proses yang disebut transpirasi, di mana air dari tanaman berubah menjadi uap dan dilepaskan ke atmosfer. Jumlah air yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh tergantung pada spesies, iklim, dan seberapa banyak air yang ada di tanah.

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh para peneliti dari Oregon State University mengukur transpirasi pada tanaman dan menemukan iklim "Goldilocks" yang memungkinkan penggunaan air hujan maksimum oleh tanaman.

"Ketika Anda menganggap air sebagai sumber daya, transpirasi adalah jumlah total air yang dapat digunakan tanaman," kata Stephen Good, ahli hidrologi di Oregon State dan penulis utama studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Ecology and Evolution ini. 

“Ini adalah bagian dari siklus air yang paling terkait dengan produktivitas tanaman, ekosistem, dan sistem pertanian. Jika lingkungan bisa menjadi lebih ekstrem daripada tanaman bisa kurang produktif. "

Iklim yang optimal, menurut penelitian, adalah antara: tidak terlalu basah atau terlalu kering. Sayangnya, iklim optimal ini kemungkinan besar paling terpengaruh oleh perubahan iklim.

Para peneliti, yang dipimpin oleh Good, menggunakan model-model yang menentukan berapa banyak curah hujan yang diperlukan bagi tanaman untuk berkembang dan menjadi yang paling produktif.

Pertama, data dikumpulkan dari lanskap yang berbeda dan kemudian para peneliti memodelkan hasil yang berbeda menggunakan pendekatan matematika baru untuk menemukan iklim yang sempurna untuk penggunaan curah hujan yang optimal.

Iklim ini menurut Georgianne Moore, salah satu penulis penelitian ini, adalah "maksimum" atau tengah kurva antara dua ujung spektrum iklim.

“Kami menemukan bahwa sebagian kecil dari curah hujan yang dapat digunakan ekosistem adalah terbesar di iklim menengah,” kata Good. 

“Kami melihat melalui perubahan iklim bahwa lanskap basah semakin basah dan lanskap kering semakin kering. Ekosistem di kedua jenis iklim ini akan menggunakan lebih sedikit curah hujannya untuk pertumbuhan. "

Penelitian ini penting tidak hanya untuk memahami seberapa banyak curah hujan optimal untuk tanaman, tetapi juga akan melayani ahli konservasi dan ilmuwan iklim yang ingin memprediksi bagaimana perubahan iklim akan mempengaruhi sumber daya bumi.

"Ini akan menjadi basah, semakin basah, dunia kering akan semakin kering," kata Moore. 

“Mungkin ada konsekuensi besar, karena akan mempengaruhi hutan, padang rumput, sabana, dan gurun. Para ilmuwan sekarang dapat menggunakan model yang kami miliki untuk membantu membuat prediksi tentang masa depan komunitas tanaman ini." tandasnya lagi. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020