trubus.id
Mendag Agus Sebut Peluang Ekspor ke Jepang Kembali Terbuka Lebar

Mendag Agus Sebut Peluang Ekspor ke Jepang Kembali Terbuka Lebar

Astri Sofyanti - Senin, 22 Jun 2020 11:00 WIB

Trubus.id -- Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyebut, peluang ekspor ke Jepang kembali terbuka lebar menyusul pulai pulihnya negara tersebut dari Covid-19. Peluang ini penting untuk dimanfaatkan dengan maksimal oleh para pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM).

“Pemerintah Jepang menetapkan kebijakan untuk membangun rantai pasok yang lebih berkelanjutan, terutama dengan semakin pulihnya Jepang dari Covid-19. Ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan Indonesia untuk mengisi kekosongan dan meningkatkan laju ekspor ke pasar Jepang,” kata Mendag Agus dalam keterangan resminya, Minggu (22/6/20).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag, Kasan, mengatakan, Kemendag telah melakukan kebijakan mitigasi dampak pandemi Covid-19.

Mencermati kinerja dan situasi saat ini, Kemendag telah melakukan kebijakan strategis memitigasi dampak pandemi Covid-19 terhadap kinerja ekspor, antara lain melalui memudahkan proses perizinan dan memberikan bantuan fasilitasi kepada para eksportir yang terdampak.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kementerian Perdagangan, Kasan mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah memberikan tekanan bagi hampir seluruh negara di dunia, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Meski angka kasus Covid-19 terus meningkat di berbagai kawasan, namun di beberapa negara Asia, khususnya Jepang, pandemi Covid-19 telah menunjukkan pemulihan yang diindikasikan penurunan jumlah kasus aktif dan kasus baru. Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Jepang telah mencabut status “state of emergency” sehingga kegiatan sosial dan ekonomi Jepang pulih kembali secara berangsur dengan istilah “new lifestyle”.

“Pada sisi ekonomi, pandemi Covid-19 telah memberikan “wake up call” bagi transformasi perekonomian Jepang yang selama ini bergantung pada Tiongkok sebagai basis manufaktur. Untuk itu, Pemerintah Jepang mulai memikirkan rantai pasok global (global supply chain) baru dari negara lain sebagai alternatif yang baru,” jelas Kasan.

Menurutnya, guna meraih peluang mengisi rantai pasok global tersebut, para perwakilan perdagangan di luar negeri, baik Atase Perdagangan maupun ITPC, diharapkan dapat terus menyampaikan informasi pasar kepada pelaku usaha, serta melakukan promosi ekspor dan penjajakan kesepakatan (secara virtual) sehinga dapat menghasilkan transaksi dagang bagi para pelaku ekspor, khususnya UKM.

“Kami berharap pelaku UKM tetap optimis dan menjadikan krisis ini sebagai momentum yang baik untuk akselerasi sehingga dapat memanfaatkan peluang ekspor ke pasar Jepang secara optimal,” tutur Kasan.

Untuk memfasilitasi pelaku usaha dalam memanfaatkan peluang pasar Jepang, Atase Perdagangan Tokyo Arief Wibisono dan Kepala ITPC Osaka Ichwan Joesoef menyatakan akan berkolaborasi menyelenggarakan sesi lokakarya (workshop) virtual sebanyak lima kali secara berkala hingga September 2020 bersama para importir Jepang. Lokakarya akan digelar berdasarkan lima produk ekspor utama ke Jepang, yaitu makanan dan minuman; energi terbarukan; agrikultur dan hortikultura; mold, die and automotive parts; serta furnitur dan peralatan rumah.

Melalui lokakarya tersebut, para importir Jepang akan berbagi pengetahuan dan pengalaman agar para pelaku usaha Indonesia dapat menembus pasar Jepang. Diharapkan, para pelaku usaha, khususnya UKM, yang dijaring Ditjen PEN Kemendag yang akan menjadi peserta lokakarya tersebut bisa mendapatkan gambaran peluang untuk ekspor ke pasar Jepang pada tahun ini dan pascapandemi nanti. Selanjutnya pada akhir 2020, Atase Perdagangan Tokyo dan ITPC Osaka juga berencana menggelar penjajakan kerja sama dagang (business matching) antara pelaku usaha Indonesia dan importir Jepang, khusunya untuk kelima produk utama tersebut.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar, yang hadir sebagai pembicara kunci dalam webinar tersebut menekankan pentingnya menjaga optimisme di tengah krisis pandemi yang melanda dunia saat ini. Dalam arahannya, Wamenlu mengatakan, Pemerintah Indonesia dengan politik bebas aktif tetap ingin menjaga stabilitas kawasan dan terus berfokus memperkuat diplomasi ekonomi yang lebih asertif di masa pandemi.

“Dalam menunjang penguatan diplomasi ekonomi, Kementerian Luar Negeri secara aktif akan terus melakukan kegiatan kolaborasi dengan Kemendag, khususnya dalam merumuskan produk unggulan ekspor di negara mitra, penguatan basis data eksportir, dan pembaruan pemetaan kekuatan industri dalam negeri,” tutur Mahendra.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020