trubus.id
Kiat » Hadapi Covid-19, Ini Dua Akses Permodalan UMKM Par...
Hadapi Covid-19, Ini Dua Akses Permodalan UMKM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Hadapi Covid-19, Ini Dua Akses Permodalan UMKM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Binsar Marulitua - Jumat, 19 Jun 2020 13:00 WIB

Trubus.id -- Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menyebut terdapat dua akses permodalan yang disediakan bagi pelaku UMKM sektor parekraf untuk memulihkan sektor pariwisata  yang terdampak pandemi Covid-19. Akses permodalan itu ialah dana Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) dan dan dana Program Kemitraan Pertamina.

Asisten Deputi Akses Permodalan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kemenko Marves, Suparman mengatakan, dana BIP merupakan program bantuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk penambahan modal kerja atau investasi dalam rangka meningkatkan kapasitas usaha dan produksi pelaku usaha ekonomi kreatif dan pariwisata.

Suparman menuturkan, untuk kriteria reguler akan mendapatkan bantuan maksimal Rp200 juta, sementara afirmatif maksimal Rp100 juta. Peserta dibatasi pada enam subsektor ekonomi kreatif yakni, aplikasi game developer, kriya, fashion, kuliner, film, serta sektor pariwisata lain seperti homestay dan usaha pariwisata khusus di lokasi desa wisata.

"Kriteria reguler akan mendapatkan bantuan maksimal Rp200 juta. Sementara yang afirmatif maksimal Rp 100 juta. Peserta dibatasi pada enam subsektor ekonomi kreatif yakni, aplikasi game developer, kriya, fesyen, kuliner, film, serta sektor pariwisata (seperti homestay dan usaha pariwisata khusus di lokasi desa wisata)," kata Asdep Suparman, Jumat (19-06-2020).

Program BIP dimulai sejak tahun 2017 diberikan kepada 34 penerima, 19 di antaranya berasal dari sektor kuliner dan 15 sektor aplikasi digital. Penerima BIP tahun 2018 meningkat, yaitu diberikan kepada 52 sektor penerima yang terdiri dari 14 sektor kuliner dan 12 sektor aplikasi digital dan pengembangan game (AGD), 13 sektor fesyen, 13 sektor kriya. Sementara di tahun 2019 diberikan kepada 62 penerima sektor kuliner, AGD, fesyen, kriya, dan film.

Untuk Program Kemitraan Pertamina, Asdep Suparman menjelaskan program ini sudah berjalan sejak tahun 1993 dengan jumlah pelaku yang terlibat sebanyak 62.000 UMKM dan dana yang tersalurkan sebesar Rp3,5 triliun.

Dana program kemitraan ini merupakan pinjaman dana bergulir dengan nilai maksimal Rp200 juta. Untuk pinjaman ini hanya mengenakan jasa administrasi 3%/tahun dengan saldo menurun setiap tahun dan tenor pinjaman selama 3 tahun.

Tak hanya memberikan pinjaman modal usaha, Pertamina juga akan melakukan bimbingan lanjut terhadap UMKM tersebut agar bisa meningkatkan usahanya, serta pada akhirnya mampu mengembalikan dana program kemitraan tepat waktu. Jasa administrasi yang dikenakan pada pinjaman tersebut, salah satunya digunakan untuk biaya bimbingan ini.

"Untuk kedua jenis bantuan tersebut, Pertamina dan BIP sangat memerlukan keseriusan pemohon untuk melengkapi persayaratan dan fasilitasi, serta bantuan atau pendampingan oleh Pemda setempat," kata Asdep Suparman.

Dalam rapat koordinasi secara virtual terkait akses permodalan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pada Jumat (12-06-2020), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan jajarannya dan seluruh stakeholder yang hadir terkait target pemerintah meningkatkan porsi penerimaan negara dari wisatawan domestik yang semula 55% menjadi 70% serta mendorong kedatangan wisatawan asing kelas A dan B.

Untuk mencapai target itu, pemerintah meluncurkan empat program untuk wisatawan domestik, yaitu Activation, Staycation, Roadtrip, dan Epic Sale.

"Pemerintah juga melakukan percepatan pengembangan Desa Wisata berdasarkan One Village One Product (OVOP) menampilkan produk-produk kreatif buatan masyarakat desa, meluncurkan program Pra-Kerja dan pelatihan gratis, serta menyediakan akses bantuan melalui dana CSR perusahaan, terutama BUMN, salah satunya Program Kemitraan Pertamina," tutur Asdep Suparman.

Tak hanya membahas target meningkatkan kunjungan wisatawan domestik, Asdep Suparman mengatakan rakor juga membahas upaya pemerintah meningkatkan akses permodalan melalui peningkatan potensi kuantitas penjualan UMKM di DPSP Danau Toba serta tindak lanjut transformasi pemasaran UMKM dari offline menjadi online melalui platform e-commerce swasta dan pengadaan barang dan jasa pemerintah secara elektronik.

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020