trubus.id
Labolatorium Bertambah, Kemenkes  Target 30 Ribu Spesimen Corona per Hari

Labolatorium Bertambah, Kemenkes Target 30 Ribu Spesimen Corona per Hari

Binsar Marulitua - Rabu, 17 Jun 2020 08:00 WIB

Trubus.id -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan penambahan 139 laboratorium untuk melakukan uji sampel swab terhadap COVID-19 hingga Selasa (16/7/2020). Semula, dalam penanganan virus yang telah menjadi pendemi tersebut hanya 4 labolatorium yang beroperasi di seluruh Indonesia. 

Perihal tersebut disampaikan Abdul Kadir Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kemenkes, pada dialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Graha BNPB, Jakarta, pada Selasa (16/6/2020).

"Jadi memang di awal-awal kasus itu, kita mengoperasionalkan 4 laboratorium. Namun, demikian di dalam perkembangannya ternyata eskalasi peningkatan jumlah ini begitu cepat, sehingga Menteri Kesehatan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 234 Tahun 2020," ucap Abdul.

Abdul menjelaskan, dengan jumlah 139 lablatorium bisa maksimal beroperasi,  Indonesia bisa melakukan tes spesimen virus corona (Covid-19) hingga tiga puluh ribu per hari

"Sekarang ini 139 lab, saat kita coba hitung kapasitas maksimal lab kita dalam sehari ternyata kita bisa tes hingga 30.900 per harinya," tambahnya. 

Untuk mencapai realisasi 30 ribu spesimen per hari bisa terwujud, lanjut Abdul, optimalisasi labolatorium juga akan diperpanjang jam kerjanya. Awalnya labolatorium hanya bekerja selama 6 jam, nantinya menjadi 12 jam 

"Salah satu cara yang kita lakukan untuk meningkatkan kapasitas adalah pertama kita memperpanjang jam kerja. Jadi banyak laboratorium yang jam kerjanya terbatas. Yang dulunya 6 jam, kita minta 12 jam per hari. Tentunya dengan harapan, kalau misalnya 6 jam per hari saja kita bisa mencapai 19 ribu. Dengan dua kali lipat jam kerja ditingkatkan maka hasil pemeriksaan pun akan bertambah," lanjutnya.

Selain itu, sumber daya manusia yang terlibat di dalam laboratorium juga akan ditambahkan, terutama sukarelawan dengan latar belakang medis.

"Sumber daya manusia itu mau tidak mau kita harus menambah. Kita sudah melakukan pelatihan kepada relawan dan karena demi efisiensi kita akan merekrut tenaga-tenaga yang berasal dari dosen-dosen poltekkes, mahasiswa dan alumni poltekkes yang kebetulan ada di daerah-daerah sesuai kebutuhan kita," tutup Abdul.
 

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020