trubus.id
Peristiwa » PaDi UMKM, Platform Anyar Pemerintah untuk Pertemu...
PaDi UMKM, Platform Anyar Pemerintah untuk Pertemukan BUMN dan UMKM

PaDi UMKM, Platform Anyar Pemerintah untuk Pertemukan BUMN dan UMKM

Syahroni - Selasa, 16 Jun 2020 18:30 WIB

Trubus.id -- Menteri BUMN Erick Thohir, Senin (15/6) kemarin, secara resmi melakukan kick off program PaDi UMKM (Pasar Digital UMKM) dengan menggunakan aplikasi video conference CloudX. 

PaDi UMKM sendiri merupakan platform khusus yang mempertemukan BUMN dengan UMKM, untuk bisa bertransaksi atau berbelanja secara digital. Keberadaannya pun diklaim dapat membuat proses belanja lebih cepat, transparan, dan efisien.

Platform ini juga diyakini mampu memperluas jaringan pasar UMKM secara online, meningkatkan transaksi, serta memberi pengalaman baru pada dunia transaksi digital.

"Saya yakin dengan adanya platform PaDi UMKM ini dapat memperluas channel UMKM. Serta, membantu mempersiapkan UMKM dalam memasuki new normal melalui transaksi yang akan banyak dilakukan secara digital,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir melalui keterangan tertulisnya, Senin (15/6) kemarin.

PaDi UMKM, bahkan disebut-sebut bisa memperluas dan mempermudah UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan. Di sisi lain, PaDi UMKM juga diharapkan meningkatkan penyaluran kredit BUMN pembiayaan.

Sementara bagi Kementerian BUMN, platform tersebut akan membantu monitoring belanja BUMN pada UMKM. Sebagai informasi, berdasarkan inventarisasi belanja BUMN baik belanja modal maupun operasional (Capex dan Opex), tercatat total belanja 30 BUMN mencapai Rp32,5 triliun pada tahun 2019.

“Oleh karenanya demi membantu sektor UMKM, kepada BUMN agar belanja dengan nilai sampai dengan Rp14 miliar diprioritaskan pada sektor UMKM,” imbuh Erick

Pembentukan PaDi UMKM juga didasari oleh keyakinan pemerintah bahwa UMKM memegang peran penting bagi perekonomian Indonesia. Merujuk data yang disebutkan, dari sekitar 64,2 juta UMKM yang ada, sektor ini mampu menyumbangkan lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Namun, menurut data Kementerian Koperasi & UKM, saat ini baru sekitar 8 juta UMKM yang go online meskipun memang sudah terdapat peningkatan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Situasi covid-19 ini membawa dampak yang cukup signifikan terhadap sektor UMKM, berbeda kondisinya pada tahun 1998 di mana UMKM justru dapat bertahan,” kata Erick.

Pembukaan atau kick off ekosistem Pasar Digital UMKM ini dilakukan oleh Erick, yang diikuti penandatanganan Nota Kesepahaman dengan sembilan BUMN yang terlibat dalam pengembangan PaDi UMKM.

Sembilan BUMN tersebut adalah Telkom yang juga sebagai aggregator PaDi UMKM. Serta, delapan BUMN lainnya yakni Pertamina, Pupuk Indonesia, BRI, Pegadaian, PNM, PP, Waskita Karya, dan Wijaya Karya.

Prosesi penandatanganan MoU dilakukan secara digital dan difasilitasi PERURI dan juga privy.id, startup binaan anak usaha Telkom.

Erick menganggap bahwa penandatanganan secara digital ini sah secara hukum karena difasilitasi oleh penyedia yang telah memiliki lisensi.

“Mungkin ini salah satu hikmah lain dari pandemi covid-19 saat ini, di mana akhirnya masyarakat akan ‘dipaksa’ untuk mulai terbiasa menggunakan teknologi dalam berbagai aktivitasnya, termasuk digital signing dalam sebuah kesepakatan atau perjanjian,” pungkasnya. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020