trubus.id
21 Ribu Desa Masih Berkategori Tertinggal,  Minim Akses Listrik dan Internet jadi Penyebab

21 Ribu Desa Masih Berkategori Tertinggal, Minim Akses Listrik dan Internet jadi Penyebab

Binsar Marulitua - Minggu, 14 Jun 2020 17:42 WIB

Trubus.id -- Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ( Wamendes PDTT) Budie Arie Setiadi mengungkapkan, minimnya akses listrik dan internet menjadi hambatan mengurangi desa dengan kategori kategori tertinggal dan sangat tertinggal.

Menurut  data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT)  sekitar 21.173 desa atau 28,2 persen dari total 74.953 desa di Indonesia masuk kategori tertinggal dan sangat tertinggal.

Dari 74.953 Desa yang ada masih ada 3.540 desa yang sangat tertinggal dan 17.633 desa yang tertinggal.

"Salah satu tantangan pembangunan desa, katanya, terletak pada minimnya akses listrik dan internet. Saat ini, masih ada 433 desa tanpa listrik dan 13.577 desa yang belum memiliki akses internet," jelas,  Budie Arie Setiadi dalam keterangan tertulis.

Baca Lainnya : Lumbung Pangan Baru, Pemerintah Akan Garap Konsep Food Estate di Pulau Pisang Kalteng

Budie  menjelaskan, dalam upayan memberdayakan penduduk desa, pemerintah  terus meningkatkan pembangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai instrumen sosial ekonomi untuk pembangunan desa.

"BUMDes adalah instrumen sosial ekonomi bagi warga desa untuk maju. Saat ini baru 18.195 BUMDes yang sudah di-profiling. Dan saat ini sudah ada 4.651 BUMDES yang sudah masuk klasifikasi maju," tuturnya.

Ia menambahkan, mayoritas sebaran daerah tertinggal tersebut berada di Indonesia Timur atau sebanyak 84 persen. Jika dihitung dalam kabupaten/wilayah, ada 102 wilayah tertinggal dari 122 wilayah yang berada di bagian timur Indonesia. Artinya, hanya 20 wilayah tertinggal saja yang ada di Indonesia bagian Barat dan Tengah.

"Sampai hari ini terdapat 122 Kabupaten atau daerah tertinggal yang 84 persen di antaranya atay 102 Kabupaten ada di kawasan Timur. Jadi bisa dibayangkan kesenjangan pembangunan ekonomi Indonesia," terangnya.

Tercatat masih ada 433 kabupaten di Indonesia Timur yang belum dialiri setruman listrik. Rincinya, 325 kabupaten ada di Papua, 102 di antaranya di Papua Barat, 5 kabupaten di NTT dan satu kabupaten di Maluku.

Baca Lainnya : Optimalisasi 165.000 Hektare Lahan Pangan di Kalteng Ditargetkan Selesai 2022

Sementara, dari 14.265 desa yang mengecap fasilitas listrik, baru 54 persen yang menggunakan jasa PLN. Sisanya sebesar 19,6 persen menggunakan aliran listrik mandiri, 23,2 persen non-PLN dan 3 persen lainnya belum berlistrik.

"Dari Peta Kelistrikan di 14.265 desa register Maluku Papua Nusa Tenggara di mana PLN baru 54 persen, sementara yang mandiri (LTSHE) dan non PLN dan ada 3 persen yang belum berlistrik," imbuh Budie.

Untuk akses internet, dari total 13.577 desa yang belum memiliki akses internet, Papua dan Papua Barat menjadi wilayah yang paling memprihatinkan. Rincinya, sebanyak 4.506 desa berada di kawasan Papua Barat dan 1.363 di Papua.

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020