trubus.id
Smart Farming dan Precision Agriculture, Solusi Revitalisasi Pertanian di Masa Depan

Smart Farming dan Precision Agriculture, Solusi Revitalisasi Pertanian di Masa Depan

Syahroni - Kamis, 11 Jun 2020 17:00 WIB

Trubus.id -- Ancaman ketersediaan pangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh populasi manusia di masa depan membuat pendekatan tradisional harus diubah dengan pendekatan baru. Revolusi dalam bidang pertanian yang keempat (Agriculture 4.0) saat ini sedang berjalan dengan fokus pada penggunaan teknologi pertanian yang baru (hidroponik, vertical farming, pertanian di gurun dan laut, dan modifikasi genetik) dan pengaplikasian teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam bidang pertanian.

Konsep pengembangan pertanian yang banyak dikembangkan pada saat ini adalah konsep pertanian cerdas atau yang biasa juga disebut smart farming atau precision agriculture. Penemuan sistem monitoring lahan pertanian berbasis teknologi Internet of Things (IoT) memungkinkan petani untuk memantau lahan pertaniannya melalui perangkat smartphone atau computer.

Selain itu, perkembangan teknologi penanganan big data terkini juga memungkinkan untuk melakukan penyimpanan data dari lahan pertanian. Tentu, masih banyak teknologi lain yang berpeluang untuk diterapkan pada lahan pertanian dalam upaya meningkatkan hasil dan melakukan efisiensi sumber daya.

Hal ini dibahas dalam Seri Webinar Sekolah Vokasi (SV), IPB University belum lama ini. Webinar seri kedua yang berjudul “Smart Farming and Precision Agriculture: The Next Agricultural Revolution” ini menghadirkan pembicara-pembicara seperti Dr Suwardi selaku Dekan Fakultas Pertanian, Prof Kudang Boro Seminar selaku Dekan Fakultas Teknologi Pertanian dan Dr Shelvie N Neyman selaku Ketua Program Studi Teknik Komputer SV.

Dalam kata pengantarnya, Dr Arief Daryanto, Dekan SV menyampaikan bahwa IPB University telah mengembangkan konsep Pertanian 4.0 atau sering disebut dengan konsep AgroMaritim 4.0. Pertanian 4.0 adalah pertanian dengan ciri pemanfaatan teknologi artificial intelligence, robot, internet of things, drone, blockchain, dan big data analytics, untuk menghasilkan produk unggul, presisi, efisien, dan berkelanjutan.

"Pertanian cerdas dan pertanian presisi memungkinkan petani untuk mengurangi kehilangan dan sisa makanan (food loss and waste) dan meningkatkan produktivitas mulai dari jumlah input yang digunakan sampai ke meja konsumen, from farm to table business, " jelas Dr Arief dalam siaran pers yang diterima Trubus.id.

Sementara itu, dalam presentasinya Dr Suwardi menyampaikan bahwa smart farming memanfaatkan teknologi big data, machine learning, Internet of Things (IoT), cloud computation dan lain-lain untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi industri pertanian.

Menurutnya, kunci utama smart farming adalah data terukur berdasarkan analisa sensor yang telah dipasang di areal penanaman. Sensor itu akan memberikan informasi mengenai berbagai hal yang terkait dengan tanaman, menambah pupuk, apakah perlu menambah air, suhu di sekitar lokasi tanam hingga rekomendasi jadwal panen. Tentunya hal tersebut berimplikasi pada peningkatan efektivitas dan efisiensi hasil panen petani.

“Penerapan smart farming menjadi penting karena efisiensi sumberdaya alam khususnya tanah dan air serta menjaga kelestarian hutan. Efisiensi sumberdaya manusia dengan memanfaatkan mesin-mesin pertanian dan teknologi dan meningkatkan peran generasi muda di bidang pertanian,” ujarnya.

Penelitian mengenai smart farming telah banyak dilakukan oleh IPB University, termasuk di Fakultas Pertanian, misalnya Smart Green House (melon dengan smart hydroponic system), Satreps (teknik penilaian kerusakan padi), Smart Seeds (layanan informasi geodata) dan Spice Up (pada tanaman lada).

Sementara itu, Prof Kudang dalam paparannya menjelaskan pentingnya teknologi smart and precision agriculture dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi pada sektor pertanian secara umum. Teknologi smart and precision agriculture telah dilakukan oleh IPB University. Misalnya menentukan komoditi yang tepat di Gorontalo (padi dan jagung).

“Hal ini tentunya penting dalam kaitannya terhadap perencanaan dan pengembangan suatu wilayah. Selain itu, teknologi ini juga dapat digunakan untuk menentukan unsur hara pada lahan perkebunan sawit. Penerapan smart agriculture pada komoditi peternakan juga telah dilakukan misalnya penentuan lahan yang sesuai untuk membuka closed-house untuk ayam broiler di suatu daaerah dengan mempertimbangkan beberapa faktor. Pada prinsipnya, smart and precision agriculture merupakan teknologi yang aplikatif dan ke depan penting untuk mengubah image pertanian di Indonesia,” terangnya.

Menjaga keamanan pangan pada proses smart agriculture juga diperlukan. Dalam paparannya, Dr Shelvie mengatakan smart agriculture penting untuk dijaga keamanannya agar ekosistem smart agriculture di dalamnya tidak terganggu. Contohnya, apabila suatu sistem pada smart agriculture sudah dibuat sebaik mungkin, namun ada gangguan berupa serangan cyber, kebocoran data, atau manipulasi data dan seterusnya, tentu dapat berdampak pada kegagalan sistem. Dampak jangka panjangnya tentu dapat merugikan terutama secara finansial.

“Tantangan utama pada security dan privacy pada smart farming dapat dilihat dari beberapa perspektif. Antara lain access control, trust, and privacy perspective; data perspective; network perspective; compliance and supply chain perspective,” ujarnya. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020