trubus.id
Penyuluh Pertanian Persiapkan Petani Indonesia Siap Menuju New Normal

Penyuluh Pertanian Persiapkan Petani Indonesia Siap Menuju New Normal

Astri Sofyanti - Kamis, 11 Jun 2020 12:00 WIB

Trubus.id -- Pandemi virus Corona (Covid-19) menyebar dengan cepat hingga ke seluruh belahan dunia. akibatnya hampir seluruh sektor perekonomian melemah. Pertanian menjadi salah satu sektor yang turut berdampak akibat Covid-19.

Di tengah kebijakan pemerintah terkait penerapan new normal di berbagai wilayah di Indonesia, penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam rangka memberikan respon terhadap para petani yang terdampak Covid-19, terutama para petani yang berada di daerah pedesaan.

Mengingat pemerintah mulai menerapkan masa transisi new normal, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta penyuluh pertanian di setiap provinsi untuk membantu membangun pertanian di masa new normal. Kementerian Pertanian berupaya mendorong petani untuk mandiri, modern dan maju melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Tahun 2020 ini adalah era pertanian, memperbaiki desamu, memperbaiki daerahmu, memperbaiki negara dan bangsa ini hanya bisa baik kalau pertaniannya maju. Tujuannya agar kebutuhan pangan seluruh masyarakat tercukupi,” kata Mentan Syahrul mengutip laman resmi BBPP Ketindan, Kamis (11/6/20).

Dirinya menilai, tanggung jawab penyuluh pertanian tak hanya untuk memajukan pertanian semata. Penyuluh pertanian dituntut untuk juga memberikan terobosan baru dan menghadirkan efektivitas dan kemampuan petani menjadi lebih baik lagi.

“Pertanian bukan hanya menumbuhkan tanaman tapi menghadirkan hati, pikiran dan gerakan agar hidup bisa lebih baik dan yang pasti jika pertaniannya bisa hadir serta masif,” tuturnya.

Penyuluh pertanian dapat memberikan kontribusi penting untuk meminimalkan dampak penyebaran Covid-19. Penyuluh pertanian diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat petani tentang Covid-19 di pedesaan. Pasalnya masyarakat pedesaan memiliki keterbatasan akses informasi dibanding dengan masyarakat perkotaan.

Sebagai contoh penggunaan masker dan menjaga jarak fisik. Hal ini dapat membantu memotong rantai penyebaran virus sambil memastikan petani dapat melaksanakan kegiatan usahataninya dengan lancar tanpa kendala di tengah situasi keterbatasan.

Penyuluh Pertanian bisa membantu mengatasi masalah sosial yang sering muncul, dan membantu menghubungkan masyarakat untuk mendapatkan fasilitas layanan sosial dengan melakukan identifikasi para pelaku utama dan pelaku usaha di bidang pertanian yang terdampak langsung misalnya, mengusahakan layanan asuransi pertanian, membantu mengidentifikasi dan memberikan masukan tetang peluang mendapatkan pendapatan alternatif untuk keluarga serta membantu menyelesaikan konflik lokal.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanianm Dedi Nursyamsi. Dirinya mengungkapkan, melalui gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) dimasing-masing kecamatan, peran penyuluh dalam mendukung dan mengawal petani, agar pertanian tidak berhenti, memastikan stok pangan terjamin, dan mendukung sepenuhnya semua program utama Kementerian Pertanian.

“Peran penyuluhan dimasa pandemi Covid-19 ini lebih dari sekedar menghubungkan petani dengan pemerintah. Penyuluh pertanian juga harus membantu petani di pedesaan untuk mengatasi masalah baru yang tidak dapat ditemukan solusinya oleh mereka sendiri, oleh karena itu penyuluh pertanian hadir untuk petani,” tuturnya.

Dirinya juga mengatakan, penyuluh pertanian mendampingi petani dalam melanjutkan produksi pangan dan juga memastikan kesehatan mereka.

Keterbatasan fisik dalam rangka melaksanakan anjuran pemerintah melakukan Phsycal distancing mendorong soerang penyuluh untuk berinovasi memanfaatkan teknologi informasi yang sederhana, tersedia dan mudah diakses oleh masyarakat pedesaan seperti memanfaatkan smartphone dan media sosial sebagai media penyuluhan alternatif.

Respon yang dapat dilakukan seorang penyuluh pasca pandemi Covid-19 adalah memfasilitasi petani untuk mendapatkan akses bantuan produktif berupa sarana produksi, akses pembiayaan dan teknologi dalam rangka mengembalikan keberdayaan petani pasca pandemi. Membantu mempromosikan produk lokal dengan meningkatkan kualitas produk dan memberikan nilai tambah.

Kegiatan penguatan kapasitas pemuda dan wanita dalam masalah pertanian sebagai bisnis dapat dilakukan secara teknis maupun fungsi manajemen, sebagai konsekuensi pandemi, banyak kaum muda dan perempuan perlu diberdayakan untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Fasilitas dapat dilakukan dalam rangka pembangunan kembali hubungan social dan manajemen konflik sebagai dampak sosial ekonomi lanjutan.

Editor : System

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020