trubus.id
Buka Aktivitas Perdagangan di Masa Transisi: Mendag Ajak Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Buka Aktivitas Perdagangan di Masa Transisi: Mendag Ajak Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Astri Sofyanti - Rabu, 10 Jun 2020 13:00 WIB

Trubus.id -- Memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi di Pemprov DKI Jakarta dan penerapan new normal di bidang perdagangan yang diberlakukan di beberapa kabupaten/kota di Indonesia, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan di salah satu ritel modern di Indonesia yaitu ACE Hardware Rawamangun, Jakarta Timur Selasa (9/6).

 

Jelang pembukaan aktivitas perdagangan pada era tatanan kehidupan normal yang baru ini, Mendag Agus berpesan agar masyarakat dan pelaku usaha disiplin dan penuh kesadaran dalam menjalankan Protokol Kesehatan dan tidak melakukan euforia berlebihan di pasar.

“Pembukaan kembali aktivitas perdagangan di wilayah DKI Jakarta pada masa PSBB transisi ke arah tatanan kehidupan baru (new normal) ini harus diikuti dengan kepatuhan dan kesadaran yang tinggi dalam menjalankan Protokol Kesehatan. Selain itu, masyarakat juga agar tidak melakukan euforia berlebihan mengingat kita masih harus berjuang mengurangi jumlah pasien Covid-19,” kata Mendag Agus melalui keterangan persnya mengutip laman resmi Kementerian Perdagangan, Rabu (10/6/20).

Menurutnya, pembukaan aktivitas perdagangan ini dilakukan untuk membangkitkan kembali perekonomian nasional khususnya di bidang perdagangan. Namun demikian, kesehatan tetap menjadi kunci perhatian pemerintah di samping mengembalikan perekonomian masyarakat.

“Pembukaan aktivitas perdagangan ini untuk mendorong sektor ekonomi di bidang perdagangan agar tidak semakin terpuruk pada situasi pandemi ini. Saatnya sendi-sendi perekonomian Indonesia dibangkitkan kembali. Kehidupan masyarakat juga harus berangsur-angsur dipulihkan khususnya untuk sektor perdagangan. Namun demikian, keselamatan masyarakat tetap juga menjadi prioritas pemerintah,” tegasnya.  

Mendag berharap pembukaan aktivitas perdagangan ini, baik di pasar rakyat, warung, toko swalayan yang menjual pangan maupun toko swalayan nonpangan yang akan dilakukan dengan bertahap dan mengedepankan Protokol Kesehatan ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, khususnya di bidang perdagangan, bagi pemerintah pusat dan daerah.

“Pembukaan kembali ritel modern ini akan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan Protokol Kesehatan yang ketat yang dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat serta harus berdasarkan hasil evaluasi dan keputusan yang dilakukan oleh Gugus Tugas Covid-19 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Daerah. Status daerah akan sangat menentukan aktivitas perdagangan boleh dibuka kembali atau tidak,” ujarnya menambahkan.

“Pada 8 Juni lalu, Gugus Tugas Nasional telah mengumumkan terdapat 136 kabupaten/kota yang berisiko rendah (zona kuning) dan 102 kabupaten/kota yang tidak terdampak Covid-19 (zona hijau).  Aktivitas perdagangan di seluruh Indonesia tersebut hanya boleh dibuka terutama di daerah yang telah berstatus hijau atau kuning,” tuturnya.

Strategi Kemendag Dalam Pembukaan Aktivitas Perdagangan

Dalam kesempatan ini, Mendag Agus Suparmanto menegaskan kembali bahwa Kementerian Perdagangan telah menyiapkan langkah strategis dalam tatanan kehidupan baru di bidang perdagangan. Ada empat strategi yaitu (1) Melakukan koordinasi dengan kementerian /lembaga, pemerintah daerah, dan pelaku bisnis, (2) Menyusun SOP Protokol Kesehatan yang ketat dalam pembukaan aktivitas perdagangan di era tatanan kehidupan baru dengan menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri Perdagangan No.12 Tahun 2020, (3) Membuat bahan sosialisasi dan edukasi untuk masyarakat, serta (4) Melakukan evaluasi persiapan pembukaan aktivitas perdagangan di era tatanan kehidupan baru.

Sejumlah contoh penerapan protokol kesehatan yang harus dilakukan pelaku usaha dan masyarakat, diantaranya dengan menjaga kebersihan dan higienitas area dan peralatan toko dengan menyemprotkan disinfektan secara berkala, melakukan pengawasan terhadap pegawai dan pengunjung secara intensif, seperti memastikan pengunjung memakai masker, hand sanitizer, pemeriksaan suhu di pintu masuk hingga menerapkan jaga jarak (physical distancing).

“Selain itu pelaku bisnis juga harus meminimalisasi sentuhan dengan menerapkan mekanisme pembayaran digital dan memasang penghalang transparan antara pembeli dan pramuniaga/kasir untuk selalu menyediakan fasilitas alat kesehatan seperti masker dan hand sanitizer, pramuniaga wajib mengenakan masker dan face shield. Begitu pula dengan pengunjung juga diwajibkan mengenakan masker, face shield, sarung tangan, hand sanitizer dan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan menerapkan physical distancing,” sebutnya lagi.

Menjawab beberapa pertanyan wartawan, dengan pembukaan aktivitas perdagangan, Mendag Agus memastikan stok barang kebutuhan pokok dipastikan cukup dan harga stabil.  

“Sementara terkait ekspor alat kesehatan dan APD tentu akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri pada masa pandemi ini. Dalam kondisi seperti saat ini kita juga sangat mengharapkan ekspor meningkat untuk menyeimbangkan neraca perdagangan. Impor juga difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri dan ekspor. Jadi selama masa pandemi ini kegiatan ekspor dan impor tetap berjalan,” tutur Mendag Agus.

Sebagai regulator dan pembina di bidang perdagangan pemerintah terus berupaya memberikan iklim usaha yang lebih sejuk dan kondusif sehingga pelaku usaha dapat berusaha lebih baik, tidak ada PHK, produksi dan distribusi barang dapat berjalan, begitu pula dengan ekspor dan sebagainya.  

“Pemerintah juga memberikan stimulus, baik kepada UMKM maupun kepada pengusaha kecilmenengah dalam mengangani Covid-19 ini,” katanya.  

Dalam kesempatan ini, Mendag menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan mengapresiasi dan mendukung langkah-langkah positif yang dilakukan Pemerintah Daerah seperti DKI Jakarta dalam menetapkan tahapan persiapan pembukaan aktivitas sosial dan ekonomi, khususnya di bidang perdagangan pada masa PSBB masa transisi ini.

Mendag Agus juga mengapresiasi APRINDO dan ACE Hardware yang telah mempersiapkan berbagai perlengkapan alat kesehatan untuk menjalankan protokol kesehatan dalam implementasi aktivitas perdagangan di masa new normal.

“Setelah melakukan simulasi ini, saya mengapresiasi upaya APRINDO dan Ace Hardware yang telah menjalankan protokol kesehatan dengan ketat,” tuturnya.

Mendag Agus juga mengajak ACE Hardware dan toko ritel non pangan lainnya yang menjadi anggota APRINDO dapat memprioritaskan produk-produk buatan Indonesia untuk dipasarkan lebih luas lagi kepada konsumen lokal maupun asing.

“Kami minta prioritaskan produk-produk buatan Indonesia.  Hal ini sejalan dengan diluncurkannya Gerakan Bangga Buatan Indonesia oleh Presiden Jokowi pada 14 Mei 2020,” katanya.  

Sementara itu, Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria juga menyebut bahwa sinergi pusat daerah dalam penerapan new normal ini sangat penting. Pemprov DKI menempatkan diri mengikuti kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah pusat.  

“Sinergi pusat dan daerah. Kebijkan dan peraturan gubernur untuk membuka aktivitas perdagangan   sudah selaras dengan SE No 12 Tahun 2020 tentang Pembukaan Aktivitas Perdagangan dan new normal,” ujarnya.  

Riza mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kesehatan dan imunitas tubuh, melakukan cuci tangan, menggunakan masker setiap keluar rumah dan jaga jarak. Tetapi lebih penting adalah tetap berada di rumah. Sementara itu, Ketua Aprindo Roy N Mandey mengatakan, simulasi ini betujuan untuk memberikan standar protokol kesehatan di ritel modern.  

“Jadi masyarakat belanja di ritel modern itu aman karena kita menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ungkapnya.

Editor : System

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020