trubus.id
Komunitas Filantropi Australia Mulai Gerakan 'Bagi-bagi Benih' untuk Bantu Ketahanan Pangan Saat Pandemi

Komunitas Filantropi Australia Mulai Gerakan 'Bagi-bagi Benih' untuk Bantu Ketahanan Pangan Saat Pandemi

Syahroni - Rabu, 10 Jun 2020 11:00 WIB

Trubus.id -- Ketika pandemi COVID-19 menimbulkan punic buying hingga ke industri bibit komersial, sebuah gerakan sosial juga bergerak untuk membantu pembudidaya tanaman untuk mendapatkan bibit yang dibutuhkan. 

Saat ini, gerakan membagikan benih oleh Jaringan penyelamat benih di seluruh Australia dan dunia yang terdiri dari komunitas urban farming/ petani perkotaan, dan warga yang menanam di balkon atau halaman rumah ikut terlibat dalam gerakan ini.

Misi mereka adalah untuk menciptakan "bank hidup" benih, yang secara genetik terhubung untuk berkembang dalam kondisi tertentu, dan untuk mengurangi kebutuhan untuk membeli benih sama sekali, dengan melestarikan penyerbukan terbuka dan varietas warisan yang akan menghasilkan tanaman identik dari tahun-ke-tahun.

Sebaliknya, bibit komersial biasanya tidak dibiakkan untuk bereproduksi.

Ketika panik buying terjadi di sektor pembibitan, kelompok Penabung Benih Canberra melangkah untuk mengisi celah di pasar benih, berbagi benih secara lokal dengan mereka yang ingin menjadi lebih mandiri.

Tetapi mereka segera menyadari bahwa mereka juga dapat menggunakan perpustakaan benih lokal mereka untuk membantu orang yang membutuhkan.

Sejak pandemi dimulai, jaringan ini telah memberikan ratusan bibit kepada keluarga rentan yang terkena COVID-19 untuk membantu mengurangi tagihan makanan dan berbagi kenikmatan menanam tanaman yang bisa Anda konsumsi.

"Bagi orang yang mungkin tidak terbiasa menanam makanan mereka sendiri, mulai dari biji bisa sedikit menakutkan," kata pendiri Penanam Benih Canberra/ Canberra Seed Savers, Arian McVeigh dilansir dari ABCnews.

Tetapi bagi penabung benih yang berpengalaman, semuanya adalah pekerjaan mudah.

"Bagi kami untuk dapat memproduksi secara massal seribu bibit dalam waktu singkat tidak terlalu sulit," kata McVeigh.

McVeigh sekarang bertujuan untuk membangun sumber daya stok benih yang dimiliki oleh masyarakat setempat, sehingga jika krisis lain seperti COVID-19 menyebabkan kekurangan, mereka sudah siap.

"Fakta bahwa orang telah merespons krisis dengan memikirkan bagaimana mereka dapat membantu diri mereka sendiri adalah hal yang sangat baik," katanya.

Benih dibagikan di seluruh Australia

Fenomena filantropis ini tidak hanya terjadi di Canberra. Penabung benih di seluruh negeri telah menjangkau komunitas mereka untuk berbagi benih dan bibit selama pandemi COVID-19.

Aiden Louie dari New South Wales utara menanam sekitar 2.000 bibit untuk penduduk setempat ketika pandemi dimulai dan mengatakan bank benih lokalnya kewalahan dengan permintaan lain juga.

"Kami sebenarnya sudah memiliki banyak tempat berbagi makanan, tanaman, benih, dan tanaman di sekitar sini," katanya.

"Meskipun begitu, semuanya berubah menjadi terlalu berlebih saat pandemi terjadi. Dan kami melihat banyak pemula mulai berkebun dan terlibat." terangnya lagi.

Pada saat yang sama, Elizabeth Brown di Newtown, NSW mengemas benih yang disimpannya untuk dibagikan dengan tetangga, melalui rak benih buatan di jalan setapak depan kediamannya.

"Lebih dari 70 paket habis dalam satu hari, semuanya dari bibit kacang polong hingga kangkung," katanya. "Sejak itu orang-orang kembali dan menunjukkan kepadaku keberhasilan mereka, yang benar-benar menyenangkan,".

Anggota dan penyelamat Benih Canberra, Thea O'Loughlin, juga ikut menanam benih untuk keluarga yang membutuhkan.

"Dari satu tanaman selada Anda bisa mendapatkan ribuan benih dan itu lebih dari yang pernah saya tanam seumur hidup," kata O'Loughlin.

Ms O'Loughlin mengatakan harapannya adalah benih yang dibagikannya akan menginspirasi gelombang baru tukang kebun sayur.

"Mungkin, dengan menanam tanaman selada kecil atau tanaman kangkung kecil yang telah saya lewati, mereka akan mulai mendapatkan pengetahuan dan mungkin musim depan mereka akan mengalami keretakan," katanya. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020