trubus.id
PBB: Padang Lamun Senjata Ampuh dalam Perang Melawan Perubahan Iklim

PBB: Padang Lamun Senjata Ampuh dalam Perang Melawan Perubahan Iklim

Syahroni - Rabu, 10 Jun 2020 14:00 WIB

Trubus.id -- Program Lingkungan PBB/ The United Nations Environment Programme (UNEP) dan GRID-Arendal merilis laporan terbaru hari ini untuk menyambut Hari Lautan Sedunia. Dalam laporannya, UNEP menekankan pentingnya nilai lamun untuk membangun ketahanan terhadap perubahan iklim dan bencana alam.

Padang lamun dapat ditemukan di setidaknya 159 negara di seluruh dunia. Mereka berfungsi sebagai penghalang untuk melemahkan gelombang badai dan menyaring polusi dan bakteri keluar dari air laut, di antara banyak kegunaan penting lainnya.

Ekosistem lamun sangat produktif dan mendukung 20 persen dari 25 perikanan terbesar di dunia. Satu hektar lamun dapat mendukung ribuan ikan dan jutaan invertebrata. Terlepas dari manfaat yang sangat besar ini, diperkirakan 7 persen habitat lamun hilang setiap tahun. Selain itu, setidaknya 22 dari 72 spesies di dunia dalam keadaan menurun.

“Lamun adalah ekosistem super lautan kita, memberikan berbagai manfaat yang luar biasa bagi orang-orang di seluruh dunia. Namun, sementara rekan-rekan mereka yang lebih menarik menarik lebih banyak perhatian, mereka tetap berada di antara lingkungan akuatik yang paling tidak diketahui di Bumi,” kata Dr. Maria Potouroglou, ilmuwan lamun di GRID-Arendal.

"Laporan Out of the Blue menampilkan banyak cara lamun membantu orang berkembang dan mempertahankan lingkungan alami yang sehat yang kita semua andalkan." urainya lagi.

Ancaman terbesar bagi padang lamun adalah pembangunan pesisir, limpasan industri dan pertanian, pengerukan, penangkapan ikan yang tidak diatur, dan perubahan iklim.

Menurut laporan PBB, ekosistem lamun memainkan peran yang terlalu rendah dalam memerangi krisis iklim. Padang rumput berfungsi sebagai penyerap karbon luar biasa yang menyimpan hingga 18 persen dari semua karbon yang diserap oleh laut - sementara hanya mencakup 0,1 persen dari dasar lautan.

“Menjaga kesehatan ekosistem lamun - yang menyediakan makanan dan mata pencaharian bagi ratusan juta orang, mendukung keanekaragaman hayati yang kaya, dan merupakan salah satu simpanan karbon paling efisien di planet ini - penting untuk kehidupan laut yang sehat dan bagi orang-orang yang sehat di seluruh dunia,” terang Susan Gardner, Direktur Divisi Ekosistem di UNEP.

“Lamun mewakili solusi berbasis alam yang kuat untuk tantangan iklim dan pembangunan berkelanjutan.“ tandasnya.

Dalam laporan baru yang penelitiannya dibiayai pemerintah Norwegia ini terungkap mengungkapkan bahwa lamun adalah salah satu habitat pesisir yang paling tidak dilindungi. Hanya 26 persen dari padang rumput yang tercatat berada dalam kawasan perlindungan laut (KKL), dibandingkan dengan 40 persen terumbu karang dan 43 persen hutan bakau.

“Lamun dapat membantu kita memecahkan tantangan lingkungan terbesar kita. Mereka memurnikan air, mereka melindungi kita dari badai, mereka menyediakan makanan bagi ratusan juta orang, mereka mendukung keanekaragaman hayati yang kaya, dan mereka secara efisien menyimpan karbon. Mengingat segala yang dilakukan lamun bagi manusia dan alam, melindungi dan memulihkannya sangat penting.” kata Duta Besar PBB Ronald Jumeau dilansir dari earth.com. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020