trubus.id
Sembilan Sektor Penyelamat Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19

Sembilan Sektor Penyelamat Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19

Astri Sofyanti - Selasa, 09 Jun 2020 15:50 WIB

Trubus.id -- Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo pada 5 Juni lalu, mengumumkan prakondisi pembukaan sembilan sektor perekonomian pada masa pandemi Covid-19. Ke sembilan sektor yang ditetapkan untuk dibuka kembali meliputi; pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik dan transportasi barang.

Berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja saat ini menunjukkan bahwa dampak Covid-19 telah mengakibatkan sekitar 3,7 juta pekerja formal kehilangan pekerjaan. Ini belum termasuk mereka yang kehilangan pekerjaan di sektor informal.

Dalam pembukaan sektor ekonomi, Gugus Tugas Nasional telah mempertimbangkan risiko penularan yang menggunakan indikator kesehatan masyarakat berbasis data yakni epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.

Selain itu, penilaian dampak ekonomi dilaksanakan dengan menggunakan indikator indeks dampak ekonomi dari 3 aspek yaitu aspek ketenagakerjaan, proporsi Produk Domestik Regional Bruto sektoral, dan indeks keterkaitan sektor.

Terkait pembukaan kembali Sembilan sektor perekonomian ini, Economics Content Coordinator, Bina Nusantara Mohamad Ikhsan Modjo mengungkapkan, ke-9 sektor ini sangat signifikan dan penting terhadap perekonomian Indonesia.

“Sembilan sektor ini berkontribusi sangat signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan tenaga kerja terutama di sektor pertanian dan industri,” kata Ikhsan dalam dialog ekonomi bersama Gugus Tugas Nasional di Media Center Percepatan Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Selasa (9/6/20).

dirinya menjelaskan, sektor industri menyumbang 19,89 persen dan sektor pertanian 13,47 persen terhadap PDB.

“Kalau ke sembilan sektor ini digabungkan, maka berkontribusi lebih dari 65 persen dari total pendapatan negara,” ujarnya.

Sementara dari segi lapangan pekerjaan, ke-9 sektor ini dari total 150 juta angkatan kerja Indonesia, 70 persennya bekerja di Sembilan sektor tersebut.

“Meski pandemi Covid-19 masih fluktuatif dan cukup tinggi, dengan tingkat kasus positif yang masih terkonfirmasi, tapi yang perlu disadari adalah, hajat hidup orang banya (rakyat) tidak bisa menunggu,” tuturnya.

Terlebih menurutnya, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga karantina sosial yang dilakukan di di 34 provinsi di Indonesia berkontribusi terhadap penurunan di sektor ekonomi, terutama di Sembilan sektor tersebut.

“Mengacu data dari Triwulan I tahun 2020, sektor yang paling terpuruk selama masa pandemi Covid-19 adalah sektor konstruksi yang meliputi pariwisata hingga perhubungan. Tapi jangan dilupakan dengan adanya kebijakan PSBB, sektor pertanian dan industri, juga turut berdampak. Sudah waktunya dimulai kembali aktivitas 9 sektor perekonomian ini di masa New Normal,” ungkapnya menjelaskan.

Atas dasar itulah, dirinya menilai jika ke Sembilan sektor ini segera dibuka dan dipersiapkan untuk era New Normal, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020