trubus.id
Di tengah Pendemi, Pembudidaya Anambas Ekspor 28 Ton Kerapu Hidup ke Hongkong

Di tengah Pendemi, Pembudidaya Anambas Ekspor 28 Ton Kerapu Hidup ke Hongkong

Binsar Marulitua - Selasa, 09 Jun 2020 07:00 WIB

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat, Kabupaten Kepulauan Anambas telah mengekspor 28 ton kerapu hasil budidaya ke Hongkong. Ekspor ikan hasil budidaya ini dilakukan sebanyak dua kali yakni pada akhir Mei dan awal Juni. 

Ikan kerapu hidup yang diangkut melalui kepulauan Anambas meliputi Kerapu Sunu, Kerapu Cantik, Kerapu Cantang, Kerapu Lumpur serta Kerapu Bebek. Keberhasilan  pembudidaya mengikuti jejak pembudidaya Kepulauan Natuna, Berau dan Bintan yang berhasil melakukan ekspor terlebih dahulu. 

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menyatakan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak pernah berhenti untuk memberikan dukungan kepada pelaku usaha perikanan selama masa pembatasan social maupun dalam menghadapi era baru new normal. 

Baca Lainnya : Pajak Sumber Daya Alam Perikanan Tangkap Naik 11,35% Kala Pendemi Covid-19

“Selain mengucurkan bantuan langsung seperti benih dan pakan, KKP melalui koordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 juga telah memberikan kelancaran distribusi yang diperlukan oleh para pelaku usaha, dalam hal ini untuk menyerap hasil panen ikan kerapu dan memenuhi permintaan negara tujuan ekspor. Selain itu, KKP juga memberikan kemudahan dalam prosedur permohonan ijin kapal pengangkut ikan hidup” lanjut Slamet.

Sepanjang tahun 2019 KKP telah menerbitkan 41 surat izin Kapal angkut ikan hidup hasil budidaya, baik untuk kapal angkut berbendera Indonesia maupun kapal angkut berbendera asing (SIKPI-I-PB dan SIKPI-A-PB). Sementara itu hingga pertengahan bulan Mei 2020 surat izin yang diterbitkan sebanyak 18 surat izin.

Slamet menilai bahwa posisi gugusan terluar Kepulauan Riau seperti Kepulauan Anambas merupakan lokasi yang sangat strategis untuk masyarakat melakukan bisnis Ikan kerapu hidup yang banyak diminati oleh negara tetangga, khususnya Hongkong dan China karena kedekatan geografisnya.
 
“Dengan akan dimulainya tatanan sosial yang baru atau new normal, kita optimis ekspor produksi hasil budidaya akan kembali meningkat seiring permintaan yang kembali naik serta pasar yang kembali terbuka,” pungkas Slamet.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas, Effi Sjuhairi menyebutkan bahwa pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas telah mulai membuka kembali akses transportasi laut untuk keluar masuk bagi kapal angkut ikan sejak bulan Mei lalu setelah sebelumnya akses ditutup terkait pandemi Covid-19 yang melanda.

Baca Lainnya : Miris, Peningkatan Benih Bening Lobster di Alam Malah Pacu Penyelundupan

“Hal ini kami lakukan dengan mempertimbangkan aspek ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya nelayan budidaya agar tidak terpuruk, namun dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah,” lanjut Effi.

Effi menambahkan bahwa persyaratan kesehatan yang telah dilakukan seperti penggunaan masker, menjaga jarak, dan juga pengecekan kesehatan seperti rapid test dan karantina mandiri dilakukan kepada anak buah kapal yang merapat di Kepulauan Anambas.

“Dengan kembali dibukanya jalur ekspor ini diharapkan pembudidaya dapat terus terpacu untuk meningkatkan produktivitas seperti sediakala,” tutup Effi 

Sebagai informasi, pada tahun 2019 Kabupaten Kepulauan Anambas telah melakukan ekspor ikan hidup sebanyak 291,2 ton dengan nilai mencapai 22,38 milyar rupiah. Sedangkan pada  tahun 2020 ini telah dilakukan ekspor ikan hidup sebanyak 53,2 ton dengan nilai ekspor mencapai 3,8 milyar rupiah.

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020