trubus.id
Mentan Syahrul Ajak Petani Subang Manfaatkan KUR

Mentan Syahrul Ajak Petani Subang Manfaatkan KUR

Astri Sofyanti - Senin, 08 Jun 2020 11:00 WIB

Trubus.id -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak para petani di Kabupaten Subang, Jawa Barat untuk memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR) dan memaksimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Subang harus memanfaatkan KUR. Angka yang ada masih bisa ditambah, ada kawan-kawan dari BRI dan BNI yang bisa membantu. Jangan takut, sebab dari lahan 1 hektare lahan yang panen, kita bisa mendapat Rp30 juta. Karena satu hektare lahan bisa hasilkan padi 8 ton,” kata Mentan Syahrul dalam keterangan persnya.

Terlebih menurutnya, pertanian itu bersifat sustainable. Sehingga jika padinya tidak ada yang membeli, bisa disimpan terlebih dahulu.

“Karena bisa kita jual nanti atau untuk konsumsi sendiri. Yang penting simpan yang benar. Jadi tidak alasan tidak tanam. Kita punya alsintan, ada traktor roda 4, manfaatkan. Irigasi di Subang juga sudah bagus, tapi harus diperlebar lagi agar produktivitas meningkat,” ungkap Mentan.

Menurut Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini, sektor pertanian harus digenjot untuk menghadapi tantangan penyebaran Covid-19, dan ancaman kekeringan yang bisa berdampak pada terjadinya krisis pangan.

“Bagaimana melawannya, pertama bisa dengan medical solution. Ikuti protokol pencegahan. Covid-19 bisa selesai, tapi dampaknya tidak bisa segera. Kondisi ini berkaitan ekonomi, distribusi, pasar lesu dan lainnya. Solusinya ada di pertanian. Tidak ada yang rugi di pertanian. Kita buka mata ada tanah yang bisa ditanami, sudah ada solusinya. Tidak boleh ada tanah yang menganggur,” beber Syahrul.

Dijelaskannya, pertanian menghasilkan pangan. Dan pangan ini dibutuhkan untuk membantu membentuk imunitas yang dibutuhkan badan untuk melawan Covid-19.

Diakui Syahrul, untuk meningkatkan pertanian, dibutuhkan lahan yang bagus, bibit yang tepat, dan budidaya pelaksanaannya harus benar.

“Kita berkejaran dengan hujan. Tapi ada tantangan lain yaitu musim kekeringan sesuai prediksi FAO. Oleh karena itu, manfaatkan hujan tersedia. Tidak boleh ada lahan yang tidak ditanami. Pertanian bukan barang baru. Yang harus dijaga adalah semangat pertaniannya. Kalau pertanian tetap tumbuh, kita akan mampu bertahan,” ujarnya menjelaskan.

Dalam kunjungannya, Mentan Syahrul juga memberikan bantuan alsintan berupa traktor roda 4 yang diterima secara simbolis oleh Kelompok Tani Sumbersari, Desa Bojong Jaya, Kecamatan Pusaka Jaya, sedangkan Traktor Roda Dua diterima simbolis Kelompok Tani Palawa Desa Tanjung Rasa, Kecamatan Patok Beusi, dan penerima simbolis bantuan Pompa Air adalah Kelompok Tani Kedokan, Desa Kotasari, Kecamatan Pusaka Jaya, Kabupatan Subang.

Sedangkan penyerahan simbolis klaim AUTP periode Februari hingga Maret 2020 untuk Kabupaten Subang sebesar Rp2.198.000.000.

Dilakukan juga penyerahan KUR Pertanian Subang dari BNI. Bantuan ini diterima simbolis oleh Rustam (komoditas padi) dengan numlah Rp100.000.000, dan Nuryati Binti Kosim (komoditas padi) Rp250.000.000.

Sementara KUR Pertanian dari BRI diterima secara simbolis oleh Sutanto (komoditas padi) RP50.000.000, Mukhtar Hasyim (komoditas padi) Rp250.000.000, Sukewi (komoditas padi) Rp100 juta, Sukaesih Komalasari (komoditas padi) Rp100 juta.

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan yang turut mendampingi kunjungan Mentan di Subang, minat petani Subang terhadap KUR sangat tinggi. Data terbaru hingga 4 Juni, realisasi KUR Subang mencapai 100 persen.

“Realisasi penyaluran KUR Sektor Pertanian Provinsi Jabar ber tanggal 4 Juni 2020, untuk Kabupaten Subang mencapai lebih dari target 100 persen. Sangat luar biasa, dari target Rp 113.247.566.200, telah di realisasikan untuk sektor pangan, perkebunan, hortikultura, peternakan, mixed farming dan jasa pertanian perkebunan peternakan senilai Rp118.272.566.200,” papar Sarwo Edhy.

Editor : System

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020