trubus.id
Sumber Keracunan Makanan Mudah Terdeteksi Jika Tanaman Disemprot Spora 'Berbarcode'

Sumber Keracunan Makanan Mudah Terdeteksi Jika Tanaman Disemprot Spora 'Berbarcode'

Syahroni - Senin, 08 Jun 2020 18:00 WIB

Trubus.id -- Menyemprot tanaman dengan spora bakteri atau ragi yang memiliki "barcode" DNA unik akan membuat makanan lebih aman dengan memungkinkan sumber keracunan makanan diidentifikasi dengan cepat. Hal ini terungkap berkat penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Harvard. 

Para peneliti ini sebelumnya telah merekayasa organisme secara genetis, mengembangkan tes cepat untuk mereka dan menunjukkan bahwa spora - yang lembam dan tidak berbahaya - bertahan dan tetap dapat dideteksi, bahkan pada makanan yang dimasak.

Diperkirakan hampir 1 dari 10 orang di seluruh dunia mengalami keracunan makanan dan lebih dari 400.000 orang meninggal setiap tahunnya, menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menelusuri sumber kontaminasi itu sulit dan bisa memakan waktu berminggu-minggu, kata Jason Qian di Universitas Harvard.

Timnya telah merekayasa turunan bakteri Bacillus subtilis dan ragi Saccharomyces cerevisiae untuk memberi mereka urutan DNA "barcode" yang unik. Spesies ini sangat umum dan juga membentuk spora yang kuat dan tahan lama.

Spora-mikroba dari mikroba yang diberi barcode bersifat inert. Gen yang diperlukan untuk B. subtilis untuk keluar dari dormansi telah dihapus, dan spora ragi dipanaskan untuk membunuh mereka. Kedua jenis ini juga tidak dapat membuat asam amino kunci, sehingga hanya bisa tumbuh ketika diberi makan.

Tim kemudian menyemprot spora pada berbagai permukaan termasuk pasir, tanah, karpet dan kayu. Mereka terdeteksi tiga bulan kemudian bahkan pada permukaan yang disapu atau disedot, atau mengalami simulasi angin atau hujan.

Selanjutnya, spora disemprotkan pada tanaman yang tumbuh dalam pot. Seminggu kemudian, tim berhasil mengidentifikasi pot yang berasal dari daun. Spora tetap terdeteksi bahkan setelah dicuci, direbus, digoreng, dan microwave. Jadi, jika spora unik disemprotkan pada tanaman di berbagai pertanian sebelum dipanen, pihak berwenang dapat dengan cepat mengetahui dari mana produk spesifik itu berasal.

Wabah keracunan makanan bisa sangat mahal bagi produsen dan toko makanan, kata Qian, karena banyak makanan harus diambil dari rak sebagai tindakan pencegahan sampai sumber wabah yang tepat ditunjukkan.

Banyak petani, termasuk petani organik, sudah menyemprot spora Bacillus thuringiensis (Bt) untuk membunuh hama, katanya. Bahkan, tim mendeteksi spora Bt pada 10 dari 24 item makanan yang dibeli di toko. Spora bercabang dapat dengan mudah ditambahkan ke semprotan Bt, kata Qian. 

"Kami tidak melihat biaya tambahan apa pun." urainya dilansir dari newsscience.com

Galur Bt yang dimodifikasi secara genetik telah disetujui untuk digunakan oleh petani, kata anggota tim Michael Springer. Untuk alasan ini, tim tidak berpikir akan sulit untuk mendapatkan persetujuan pemerintah di AS untuk spora barcode.

Apakah publik akan menyetujui adalah masalah lain. 

"Kebanyakan orang bahkan tidak menyadari bahwa Bt telah digunakan sejak 1960-an," kata Springer. Kini tim tersebut bekerja dengan perusahaan yang tertarik dalam mengkomersialkan teknologi ini. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020