trubus.id
Studi Membuktikan, Hewan Liar Hidup Lebih Lama di Kebun Binatang Daripada di Alam

Studi Membuktikan, Hewan Liar Hidup Lebih Lama di Kebun Binatang Daripada di Alam

Syahroni - Minggu, 07 Jun 2020 20:00 WIB

Trubus.id -- Jika Anda mengira kalau hewan liar yang menghuni kebun binatang hidup menderita, Anda salah. Menurut sebuah studi baru dibuktikan, hewan liar justru hidup lebih lama di kebun binatang yang aman.

Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Lyon dan University of Zurich dan diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports ini mengkonfirmasi apa yang telah dicurigai para ilmuwan untuk beberapa waktu: sebagian besar hewan bertahan lebih lama dalam keselamatan dan kenyamanan relatif kebun binatang daripada di alam liar.

Di masa lalu, data belum tersedia pada rentang hidup hewan di alam liar, tetapi studi baru dan pemantauan hewan gratis menawarkan data peneliti dalam bentuk populasi makhluk liar dengan usia yang diketahui. Mereka menganalisis rentang hidup hewan liar dan binatang yang dipelihara di kebun binatang dari lebih dari 50 spesies mamalia.

Temuannya? Lebih dari 80 persen mamalia bertahan hidup lebih lama di kebun binatang daripada di alam liar. Ini berlaku bahkan untuk karnivora, menurut rekan penulis studi Marcus Clauss, profesor nutrisi dan biologi kebun binatang dan hewan liar di Universitas Zurich. Semua 15 spesies karnivora yang mereka pelajari memiliki rentang hidup lebih lama di kebun binatang.

Hewan-hewan kecil juga hidup lebih lama di penangkaran, terutama yang berisiko diburu oleh predator.

Namun, hewan yang menghadapi ancaman lebih sedikit dan mortalitas yang lebih rendah di alam liar memiliki rentang hidup yang hampir sama atau bahkan kadang-kadang lebih pendek saat di penangkaran.

Kebun binatang melindungi hewan-hewan lain dalam penelitian ini dari ancaman, dari predator hingga kelaparan, yang mempersingkat rentang hidup mereka, tetapi dengan hewan-hewan yang menghadapi sedikit ancaman, kebun binatang tidak akan banyak melindungi mereka, kata Dr. Clauss.

Studi ini didasarkan terutama pada data kebun binatang dan satwa liar, menurut para peneliti, karena mereka hanya mempelajari kelompok hewan yang sudah mati. Itu tidak memperhitungkan metode perawatan hewan saat ini yang digunakan oleh kebun binatang, atau bagaimana praktik modern dapat memengaruhi rentang hidup hewan.

Para peneliti juga menunjukkan bahwa umur panjang saja bukan satu-satunya pertimbangan etis yang harus dipertimbangkan ketika datang untuk memelihara binatang di penangkaran. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020