trubus.id
Miris, Hanya 0,8 Persen Sarjana Pertanian yang Berminat di Pertanian

Miris, Hanya 0,8 Persen Sarjana Pertanian yang Berminat di Pertanian

Binsar Marulitua - Senin, 01 Jun 2020 18:00 WIB

Trubus.id -- Krisis minat sarjana pertanian pada dunia pertanian terjadi merata hampir di seluruh universitas di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2003 menyebutkan usia petani semakin menua.

"Generasi muda hanya sekitar 12,2 persen saja yang terjun di bidang pertanian," jelas Koordinator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (31/5/2020).

Said Abdullah mengatakan perrtanian masih belum menjadi sektor yang digemari, digandrungi dan diutamakan setiap orang, bahkan oleh sarjana pertanian sekalipun. Sedikit sarjana pertanian yang berminat pada bidang pertanian dan berakibat pada lambatnya regenerasi di sektor itu.

Kehadiran petani, jelas Said, menjadi penanda kesehatan masyarakat akan terjaga. Hal itu mendorong petani untuk hadir dan mengisi garda depan bersama tenaga medis dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Krisis minat sarjana pertanian pada dunia pertanian, lanjut dia, terjadi merata hampir di seluruh universitas di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2003 menyebutkan usia petani semakin menua.

"Generasi muda hanya sekitar 12,2 persen saja yang terjun di bidang pertanian," tambah dia.

Jika melihat pada komoditasnya, akan terlihat semakin "mengerikan", karena pemuda yang berminat pada pertanian, juga tak banyak yang berminat menanam padi yang merupakan pangan pokok masyarakat. Hanya sekitar 9,5 persen pemuda yang berminat untuk terjun menanam padi.

"Kelompok ini pun, merupakan kelompok yang kalah dalam artian kelompok yang tidak diterima dalam bidang lain," tambahya.

Baca Lainnya : Pemerintah Siapkan 300 Hektare Lahan Gambut untuk Cetak Sawah Baru, Antisipasi Defisit Beras

Sementara, lanjut Said, yang memiliki latar belakang sarjana hanya 0,8 persen. Setiap tahun lulusan pertanian mencapai ribuan.

Data LPPM IPB menunjukkan bahwa sarjana pertanian yang langsung terjun ke pertanian sangat sedikit. Namun, mereka terlebih dahulu terjun di bidang lain dan ketika sudah percaya diri baru kemudian terjun di bidang pertanian.

Survei KRKP pada 2014 menunjukkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi peminatan kaum muda pada bidang pertanian. Pertama, faktor jenis kelamin yang mana survei mengungkapkan laki-laki lebih berminat terjun ke pertanian dibandingkan perempuan. 

Kedua, tingkat pendidikan. Ironisnya, survei mengungkapkan, semakin tinggi pendidikan, semakin rendah minat pemuda terjun ke pertanian.

Baca Lainnya : Tahap Pertama, Pemerintah Fokus pada 164 Hektare Lahan Gambut untuk Garap Sawah Baru

Ketiga, adalah aktivitas utama. Anak muda yang sudah terpapar pertanian akan tertarik untuk terjun ke bidang pertanian dan keempat, faktor luas kepemilikan lahan dan pendapatan. Semakin tinggi luas lahan akan semakin tinggi juga kemauan anak muda kembali ke pertanian. 
 

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020