trubus.id
Begini Tips Cermat Membaca Label Pangan Olahan

Begini Tips Cermat Membaca Label Pangan Olahan

Syahroni - Kamis, 28 Mei 2020 11:00 WIB

Trubus.id -- Di masa pandemi COVID-19 sekarang ini, sebagai konsumen sudah selayaknya kita harus lebih hati-hati ketika berbelanja atau akan mengkonsumsi produk pangan olahan. Kita harus yakin bahwa produk pangan olahan yang dikonsumsi masih bermutu baik dan aman.

Neny Mariyani, STP, MSi, dosen IPB University dari Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Sekolah Vokasi menjelaskan dalam regulasi Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, definisi produk pangan olahan adalah makanan atau minuman hasil proses dengan cara atau metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan. Label pangan olahan adalah keterangan mengenai pangan olahan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada pangan olahan, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan pangan.

Menurut Neny, ada beberapa tips cermat membaca label pangan olahan. Di antaranya, sebelum membaca label pangan olahan, pastikan kemasan pangan olahan dalam kondisi baik. Cek nama produk yang terdiri dari nama jenis pangan olahan dan nama dagang. Cek daftar bahan yang digunakan, dimana bahan yang digunakan meliputi bahan baku, Bahan Tambahan Pangan (BTP) dan bahan penolong. Cek berat bersih atau isi bersih, dimana menunjukkan jumlah pangan olahan yang terdapat dalam kemasan, biasanya dicantumkan dalam satuan metrik. Cek nama dan alamat pihak yang memproduksi atau mengimpor, dimana  pihak pemberi lisensi pangan olahan wajib mencantumkan nama dan alamat.  

“Cek halal bagi yang dipersyaratkan, dimana produsen wajib mencantumkan keterangan halal setelah mendapatkan sertifikat halal. Cek tanggal dan kode produksi, tanggal dan kode produksi biasanya berupa nomor batch dan/atau waktu produksi. Cek juga keterangan kadaluwarsa, batas akhir dari suatu pangan dijamin mutunya, sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan produsen. Untuk pangan olahan yang memiliki masa simpan kurang dari atau sama dengan tiga bulan, keterangan kadaluwarsa yang dicantumkan meliputi tanggal, bulan dan tahun,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Trubus.id.

Selanjutnya, cek nomor izin edar, pencantuman nomor izin edar pangan olahan industri rumah tangga pada label dicantumkan “P-IRT”. Cek asal usul bahan pangan tertentu, bagian ini meliputi asal bahan pangan tertentu yang bersumber dari hewan atau tanaman dan pangan yang diproduksi dari proses khusus. Cek keterangan lainnya, seperti Informasi Nilai Gizi (ING), cara penggunaan, cara penyimpanan, keterangan alergen, peringatan, klaim,, keterangan sertifikasi keamanan dan mutu lembaga sertifikasi (seperti logo SNI), logo atau gambar dapat menjadi tambahan informasi bagi konsumen.

“Intinya konsumen harus cermat dalam mengecek kondisi kemasan produk pangan olahan dan harus cermat dalam membaca keterangan minimal yang harus ada dalam label pangan olahan, sehingga konsumen bisa yakin produk pangan olahan yang akan dikonsumsinya masih bermutu baik dan keamanannya terjamin,” imbuhnya. [RN]

 

Editor : Syahroni

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020